Laba Terus Merosot, PT Gudang Garam Kediri Diterpa Isu PHK Massal

oleh -2437 Dilihat
GUDANG GARAM
Pabri PT Gudang Garam Tbk di Kabupaten Kediri (Foto ANTARA)

KabarBaik.co- PT Gudang Garam Tbk, salah satu raksasa rokok Tanah Air yang berpusat di Kediri, tengah menghadapi tekanan. Setelah belasan tahun menjadi penyumbang laba jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI), kini kinerja keuangannya anjlok drastis. Bahkan, kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu pabriknya di Tuban,, Jawa Timur, ikut menambah sorotan publik.

Data yang didapat, sepanjang semester I 2025, Gudang Garam hanya membukukan laba Rp 117 miliar. Angka itu jauh lebih rendah dibanding periode sebelumnya, turun tajam dari laba Rp 980,8 miliar pada 2024 dan Rp 5,32 triliun pada 2023.

Jika ditarik lebih jauh, perusahaan yang sahamnya sempat nyaris menembus Rp 90.000 per lembar pada 2019 ini pernah mencatat laba Rp 10,8 triliun pada tahun yang sama.

Namun, dalam lima tahun terakhir, keuntungan terus terkikis. Banyak penyebabnya. Mulai kenaikan tarif cukai, persaingan ketat industri, hingga maraknya peredaran rokok ilegal disebut sebagai biang keladi penurunan penjualan.

Di tengah sorotan kinerja keuangan tersebut, publik digegerkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan momen perpisahan puluhan pekerja Gudang Garam di Tuban. Video singkat itu menampilkan suasana haru saat karyawan yang terkena PHK berjabat tangan dan berpamitan.

“Sedih juga melihat PHK massal pegawai PT Gudang Garam. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja,” tulis salah satu warganet. Keluhan serupa ramai mengisi linimasa, dengan banyak yang menyoroti nasib keluarga para pekerja terdampak.

Sementara itu, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menanggapi kabar adanya  PHK di PT Gudang Garam tersebut. Dalam pernyataannya, Iqbal menyebut pihaknya akan terlebih dahulu memverifikasi informasi tersebut.

Namun, ia menilai jika benar terjadi, kondisi itu menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya produksi industri rokok. “Kami baru dapat kabar, telah terjadi PHK buruh di PT Gudang Garam. Kami akan cek dulu,” katanya Iqbal dilansir dari Antara, Sabtu (6/9).

Menurutnya, ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi kondisi tersebut. Pasokan tembakau yang terbatas, kurangnya inovasi produk rokok untuk menyesuaikan tren pasar, serta tingginya beban cukai, dinilai memperparah daya saing perusahaan. “Ditambah pajak cukai rokok makin mahal,” ujarnya.

Iqbal mengingatkan bahwa gelombang PHK di sektor industri rokok berpotensi meluas. Dia memperkirakan, selain ribuan pekerja langsung di PT Gudang Garam, ada puluhan ribu pekerja lain yang ikut terdampak, termasuk buruh tembakau, logistik, sopir, pedagang kecil, hingga pemilik kontrakan. “Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Iqbal, pihaknya mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera turun tangan memberikan solusi nyata atas dinamika tersebut. Iqbal menekankan agar penanganan kasus ini tidak sekadar janji manis seperti yang terjadi dalam kasus PHK massal di Sritex, mengingat pekerja bahkan disebut masih belum mendapatkan hak tunjangan hari raya (THR).

Meski menyoroti pentingnya menyelamatkan industri rokok nasional agar tidak menelan korban PHK lebih banyak, Iqbal menegaskan bahwa kampanye kesehatan tetap harus dijaga. “Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK, sambil tetap dijaga kampanye kesehatan,” ujarnya mengakhiri pernyataan.

Hingga kini, manajemen Gudang Garam belum mengeluarkan pernyataan resmi soal kabar PHK tersebut. Namun, fenomena ini menambah daftar panjang kasus PHK massal di berbagai sektor belakangan ini, sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah terkait janji penciptaan lapangan kerja dan stabilitas ekonomi nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.