Lamongan Segera Terima Bantuan Irigasi dari Kementan, Jaga Lumbung Pangan di Musim Kemarau

oleh -153 Dilihat
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto, di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto, di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan.

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan akan segera menerima bantuan sarana irigasi berupa sistem perpompaan dan perpipaan dari Kementerian Pertanian pada pekan ini. Bantuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan air sektor pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau.

Kepastian itu disampaikan saat kunjungan kerja Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto, di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Jumat (10/4).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut baik perhatian pemerintah pusat tersebut. Ia menegaskan, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak dini, termasuk koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan kesiapan menghadapi musim kering.

Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes, ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Memasuki musim kemarau, seluruh OPD telah berkoordinasi untuk memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia. Harapannya, pada musim tanam kedua (MT II) tidak ada lahan yang mengalami gagal panen,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi sumber air akan semakin maksimal dengan adanya dukungan irigasi perpompaan dan perpipaan. Bantuan yang dijadwalkan tiba pekan ini akan langsung dipasang agar segera dapat dimanfaatkan petani.

“Lamongan menjadi prioritas karena merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Ini penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian,” kata dia.

Sementara itu, Hermanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan tanaman padi tidak mengalami kekeringan selama musim kemarau. Ia menyebut, ketersediaan air sebenarnya masih mencukupi, namun perlu distribusi yang optimal ke lahan pertanian.

“Saat ini kondisi waduk masih cukup, dengan ketinggian air sekitar tiga meter. Tantangannya adalah bagaimana mengalirkan air tersebut ke sawah,” jelasnya.

Ia memastikan pemasangan sistem irigasi perpompaan akan dilakukan paling lambat pekan depan agar distribusi air segera berjalan.

“Bantuan ini ditujukan agar tanaman yang saat ini sudah berusia lebih dari satu bulan dan diperkirakan panen pada Juni mendatang tidak mengalami gagal panen,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga akan melakukan normalisasi waduk dan sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi kekeringan. Optimalisasi seluruh potensi sumber air terus dilakukan demi menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.