KabarBaik.co, Sidoarjo– Awan kembali mendominasi langit Jatim sejak pagi hari, Sabtu (9/5). Setelah sehari sebelumnya cuaca terasa cukup terik dengan sinar matahari menyengat, kali ini suasana lebih teduh lantaran hampir seluruh wilayah diselimuti awan berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Juanda.
Cuaca berawan diperkirakan terjadi di banyak daerah sejak pagi hingga siang hari. Sejumlah wilayah seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang, Kediri, hingga Banyuwangi diprediksi mengalami kondisi berawan sebelum perlahan cerah pada siang dan sore hari. Meski demikian, suhu udara di beberapa daerah tetap terasa panas dengan kisaran mencapai 32 hingga 34 derajat celcius.
Kota Surabaya dan Sidoarjo misalnya, diprakirakan tetap panas dengan suhu maksimum mencapai 33 hingga 34 derajat celcius. Namun kelembapan udara relatif lebih rendah dibanding hari sebelumnya, berkisar 46 hingga 85 persen. Angin dominan bertiup dari arah timur dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 12 kilometer per jam.
Wilayah Madura seperti Bangkalan, Pamekasan, hingga Sumenep juga didominasi cuaca berawan pada pagi hari sebelum berubah cerah menjelang sore. Sementara daerah tapal kuda seperti Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi cenderung mengalami cuaca lebih stabil dengan perpaduan berawan dan cerah berawan sepanjang hari.
Di kawasan pegunungan, cuaca relatif lebih sejuk. Kota Batu diprakirakan mengalami udara kabur hingga kabut pada malam hari dengan suhu berkisar 17 hingga 23 derajat celcius. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Lumajang, Pacitan, dan Trenggalek yang mulai diselimuti udara kabur saat malam menjelang.
BMKG Juanda juga memprakirakan hujan ringan berpotensi turun di wilayah Pasuruan pada malam hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Meski cuaca cenderung lebih teduh akibat dominasi awan, masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh dan memperbanyak konsumsi air putih. Suhu udara siang hari di sejumlah daerah masih tergolong panas sehingga risiko dehidrasi tetap perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. (*)








