Langkah Juara Bertahan Terguncang, Timnas Indonesia U-22 Kini di Ujung Tanduk SEA Games 2025

oleh -618 Dilihat
IMG 20250122 WA0028
Coach Indra Sjafri, pelatih Timnas U-22 SEA Games Thailand 2025.

KabarBaik.co-  Kans timnas Indonesia U-22 untuk melaju ke babak semifinal SEA Games Thailand 2025 sekaligus mempertahankan gelar juara terbilang kian tipis. Ini setelah Garuda Muda menelan kekalahan 0-1 dari Filipina pada laga pertama Grup C di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12).

Kekalahan tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi sulit. Sebab, Filipina telah memastikan lolos ke semifinal setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, termasuk kemenangan sebelumnya atas Myanmar (2-0). Dengan demikian, Indonesia kini wajib memenangkan laga kedua melawan Myanmar pada Jumat (12/12), sembari berharap hasil laga lain di grup bisa menguntungkan langkah mereka.

Pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menyesalkan gol tunggal Filipina yang tercipta dari situasi lemparan ke dalam jarak jauh, yang berbuah sundulan Banatao Otu Abang pada menit ke-45+1. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan sekaligus memukul mental tim tepat menjelang turun minum.

“Hasil yang kurang baik untuk kita dan ini betul-betul kita tadi memulai pertandingan babak pertama, dan memang jujur kita bermain tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tetapi sangat disayangkan di akhir babak pertama ada throw in yang dilakukan oleh Filipina dan itu menyebabkan kita kebobolan,” kata Indra Sjafri pada rekaman jumpa pers usai pertandingan.

Indra mengakui para pemain gagal menjalankan skema bertahan yang telah dilatih sebelumnya. “Sangat disayangkan sekali bola throw in itu, dan berarti para pemain tidak sesuai apa yang kemarin kita latih, untuk pemain-pemain siapa yang menjaga siapa,” ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia tampil dengan formasi 3-4-3 yang menempatkan Cahya Supriadi di bawah mistar gawang, sementara trio bek diisi Muhammad Ferrari, Kadek Arel Priyatna, dan Dion Markx. Lini tengah diperkuat Raka Cahyana, Rivaldo Pakpahan, Ivar Jenner, serta Dony Tri Pamungkas, sedangkan sektor depan diisi Rayhan Hannan, Mauro Zijlstra, dan Rafael Struick.

Filipina sendiri menurunkan Nicholas Guimaraes sebagai penjaga gawang, dengan Otu Banatao yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.

Sepanjang babak pertama, Indonesia tampil kurang efektif dalam membangun serangan. Penguasaan bola belum mampu diterjemahkan menjadi peluang bersih, sementara Filipina bermain disiplin dan mengandalkan situasi bola mati. Gol Filipina pada masa injury time babak pertama pun menjadi pukulan telak bagi Garuda Muda.

Tertinggal 0-1, Indonesia mencoba tampil lebih agresif pada babak kedua. Sejumlah serangan dibangun dari kedua sisi sayap, namun pertahanan Filipina tampil solid dan kiper Nicholas Guimaraes beberapa kali berhasil mengamankan gawangnya.

Peluang emas sempat didapat Rahmat Arjuna yang menerima umpan di dalam kotak penalti, tetapi tendangan kerasnya masih melambung di atas mistar. Rafael Struick juga memperoleh peluang terbuka pada menit ke-59 setelah lolos dari kawalan bek Filipina, namun penyelesaiannya masih lemah dan melebar dari sasaran.

Tekanan terus dilancarkan Ivar Jenner dan kawan-kawan pada 10 menit terakhir waktu normal. Beberapa lemparan ke dalam langsung ke kotak penalti sempat menimbulkan kemelut di depan gawang Filipina, namun selalu berhasil disapu bersih barisan pertahanan lawan.

Pada masa tambahan waktu selama sembilan menit, Indonesia tetap menggempur pertahanan Filipina, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang.

Dengan hasil tersebut, nasib Indonesia di Grup C tak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Indra Sjafri pun mengakui situasi ini, meski memilih fokus pada laga berikutnya. “Saya mungkin lebih fokus bagaimana bisa memenangkan pertandingan lawan Myanmar. Karena memang kemenangan itu penting. Soal hasil dari Vietnam dengan Malaysia itu nanti, kita tidak bisa mengatur,” katanya.

Indra memberi sinyal perubahan pendekatan dengan permainan yang lebih menyerang demi menjaga peluang yang tersisa. “Hal baik yang mungkin harus kita lanjutkan adalah bagaimana para pemain kita ke depan, karena kita butuh kemenangan, tentu kami akan mempersiapkan pemain dengan game plan yang lebih menyerang,” ujarnya.

Meski berada dalam tekanan dan mendapat kritik atas penampilan di laga pertama, Indra menegaskan tetap bertanggung jawab membawa tim bangkit.

“Pihak luar tentu bebas untuk mengomentari. Yang penting saya masih punya tanggung jawab untuk bisa di pertandingan kedua nanti, kita bisa menangkan pertandingan dan hasil tim lain yang bermain juga bisa memberikan hal baik untuk kita,” katanya.

Indonesia kini berada di situasi krusial. Kemenangan atas Myanmar menjadi harga mati jika ingin menjaga asa ke semifinal dan mempertahankan status sebagai juara bertahan SEA Games. Namun, hasil tersebut belum tentu cukup, sehingga peluang Garuda Muda untuk melanjutkan perjuangan di Thailand 2025 pun terbilang relatif tipis.

Berikut susunan pemain Indonesia vs Filipina:

Indonesia: Cahya Supriadi; Muhammad Ferrari, Kadek Arel Priyatna, Dion Markx; Raka Cahyana, Rivaldo Pakpahan, Ivar Jenner, Dony Tri Pamungkas; Rayhan Hannan, Mauro Zijlstra, Rafael Struick.

Pelatih: Indra Sjafri (Indonesian)

Filipina: Nicholas Guimaraes (GK), Sandro Reyes, Noah Leddel, Alex Monis, Gabriel Guimaraes, Dylan Demuynck, Gavin Muens, Javier Mariona, Jamie Rosquillo, Otu Banatao, Santiago Rublico.

Pelatih: Garrath McPherson (Australia).

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.