KabarBaik.co, Sidoarjo– Suara ledakan keras yang mengguncang kawasan Sedati, Sidoarjo, Senin (6/4) siang, tak hanya mengejutkan warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di Perumahan Pepe Wedoro Regency, Desa Pepe.
Ledakan yang berasal dari pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) tersebut memicu getaran kuat hingga material beterbangan dan menghantam permukiman warga. Setidaknya empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan di dua lokasi berbeda.
Akibat kencangnya ledakan tersebut, serpihan baja melesat dengan kecepatan tinggi hingga menghantam atap rumah warga. Dampaknya, genting pecah dan plafon jebol. Di salah satu rumah, tercatat kerusakan berupa empat genting yang pecah serta plafon berlubang selebar sekitar 10 sentimeter, menyesuaikan ukuran serpihan baja yang masuk ke dalam rumah.
Kerusakan paling banyak terjadi di Perumahan Pepe wedoro Regency, di mana tiga rumah di blok nomor 1, 5, dan 19 terdampak cukup parah. Bagian atap rumah mengalami kerusakan, mulai dari genteng pecah hingga plafon yang rontok.
Salah satu warga sekaligus korban terdampak, Mohammad Nur Kolis, 60, mengaku merasakan getaran kuat saat berada di rumahnya di kawasan Pelikan. Ia kemudian bergegas menuju rumahnya di Pepe wedoro Regency setelah mendapat kabar kerusakan.
“Rumah itu bergetar, breg gitu. Saya khawatir dan langsung lekas ke sini karena dikabari genteng rumah jatuh,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, material berupa serpihan besi dan kotoran turut menghantam bagian atap rumah warga hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.
“Ada besi, terus kotorannya banyak sekali. Genteng empat itu memang retak semua ada bekasnya. Beruntung saat kejadian anak-anak sedang tidak di rumah, kalau ada orang bisa bahaya,” tambahnya.
Selain di kawasan Pepe Regency, satu unit rumah di Jalan Jatayu juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak ledakan tersebut.
Warga menyebut suara ledakan kali ini jauh lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya yang hanya terdengar seperti ban meletus.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar pabrik. Mereka berharap pihak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan.
Warga juga mendesak agar ada langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, mengingat trauma dan rasa was-was kini masih dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi industri tersebut. (*)








