Lompatan Sejarah, Mentan Amran Sebut Swasembada Pangan Tuntas Setahun dari Target 4 Tahun

oleh -170 Dilihat
1e5642e4 4f40 4993 8c6a 59c48ac6a010
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan pemaparan di gedung Negara Grahadi Surabaya (Sugiantoro)

KabarBaik.co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di ambang sejarah besar dengan percepatan target swasembada pangan. Dari yang semula diproyeksikan memakan waktu 4 tahun, kini berpotensi dicapai hanya dalam waktu 1 tahun.

“Jika tidak ada aral melintang, minggu depan kita bisa menyatakan Indonesia swasembada. Ini prestasi tercepat yang pernah kita raih,” tegas Mentan Amran di hadapan Gubernur Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, dan jajaran Forkopimda Jatim di Gedung Grahadi, Selasa (23/12).

Mentan Amran mengungkapkan bahwa capaian produksi nasional yang menyentuh angka 34 juta ton telah diakui oleh dunia, termasuk negara adidaya Amerika Serikat. Ia menyoroti kecanggihan teknologi Amerika yang mampu memetakan produksi pangan Indonesia bahkan sebelum masa tanam dimulai.

Hal ini ia jadikan tantangan khusus bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). “Herannya, Amerika sudah tahu produksi kita padahal belum tanam. Data mereka memprediksi 34 juta ton di April, dan data BPS tutup tahun tercatat 34,7 juta ton. Hanya beda 0,1. Saya tantang ITS, kalau Amerika bisa memetakan 1 tahun ke depan, ITS harus bisa memetakan 5 hingga 10 tahun ke depan,” kata Amran.

Data menunjukkan kenaikan signifikan pada sektor pertanian. Hingga Agustus, ekspor komoditas pertanian naik 42 persen, yang merupakan capaian tertinggi. Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencapai 124 persen dari target pemerintah, menandakan peningkatan kesejahteraan petani yang nyata.

Keberhasilan ini bahkan membawa Indonesia memberikan bantuan pangan ke luar negeri. “Kita bukan hanya swasembada, tapi sudah mengirim 10.000 ton beras ke saudara kita di Gaza, Palestina. Kita juga sudah ekspor jagung ke Malaysia atas dukungan Polri,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Jatim, Mentan Amran membawa ‘paket hemat’ investasi besar untuk Jawa Timur senilai triliunan rupiah yang meliputi:

1. Grand Parent Stock (GPS): Satu-satunya di Indonesia, ditempatkan di Jatim.
2. Susu: Anggaran sekitar Rp 2,4 triliun.
3. Gula dan PSN: Anggaran sekitar Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun.

Namun, Amran memberikan peringatan tegas mengenai penyerapan anggaran yang saat ini baru mencapai 12-16 persen.

“Saya sudah bicara dengan Menteri Keuangan agar ada kelonggaran waktu. Tapi saya ingatkan, jika anggaran Rp 700 miliar saja tidak bisa dibelanjakan, maka paket yang Rp 4 triliun bisa kami tarik kembali. Ini tantangan untuk Jawa Timur,” jelasnya.

Amran juga menyoroti masalah penyelundupan bawang yang masih marak karena keberhasilan Indonesia menekan harga beras dunia hingga 50% (dari $650 menjadi $340 per ton). Amran meminta Kapolda Jatim untuk menindak tegas praktik ilegal ini guna menjaga stabilitas harga dan melindungi petani lokal.

“Indonesia sekarang memengaruhi harga pangan dunia. Dulu kita importir terbesar, sekarang kita setop impor. Dunia gemetar karena kerja keras kita semua,” pungkas Mentan yang mengaku hingga asam lambungnya kambuh demi memantau kemajuan proyek pertanian di Jawa Timur setiap jam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.