Longsor di Jalur Batu-Jombang-Kediri Kembali Terjadi, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

oleh -217 Dilihat
IMG 20260117 WA0011
Longsor terjadi di Payung 2, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Hujan yang mengguyur Kota Batu sejak Jumat (16/1) siang hingga malam memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Trunojoyo (Payung 2), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Kota Batu menuju Jombang dan Kediri.

Kasatlak BPBD Kota Batu, Suwoko, menyampaikan longsor terjadi pada Jumat (16/1) sekitar pukul 23.29 WIB dan sempat mengganggu arus lalu lintas meski kejadian berlangsung pada malam hari. “Meski terjadi pada malam hari, kejadian ini sempat mengganggu lalu lintas karena jalan tersebut merupakan jalur utama dari Batu menuju Jombang atau Kediri,” ujar Suwoko, Sabtu (17/1).

Ia menjelaskan, material longsoran memiliki dimensi cukup besar, dengan tinggi sekitar 5 meter, lebar 3 meter, dan panjang kurang lebih 8 meter. Material tersebut menutup saluran drainase serta separuh badan jalan.

Menurut Suwoko, laporan pertama diterima BPBD dari pemilik warung di sekitar lokasi kejadian. Setelah menerima informasi, BPBD Kota Batu bersama petugas pemadam kebakaran langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Sampai di TKP kami langsung melakukan penutupan sementara, kemudian memberlakukan sistem buka tutup jalan agar arus lalu lintas tidak macet,” jelasnya.

Akibat longsor tersebut, saluran drainase tertimbun material tanah dan bebatuan, sementara separuh badan jalan tidak dapat dilalui secara normal sehingga arus kendaraan sempat tersendat. “Rekomendasi kami segera dilakukan normalisasi drainase yang tertimbun. Penanganan malam hari memang kurang maksimal, sehingga perlu tindak lanjut,” tegas Suwoko.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. “Informasi cuaca sampai sepekan ke depan masih menunjukkan potensi hujan. Karena itu masyarakat perlu waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat ini,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sabtu (17/1), memprakirakan cuaca di wilayah Malang Raya akan bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan disertai petir. Selain itu, fenomena kabut tebal diprediksi muncul di wilayah dataran tinggi dan kawasan wisata pada malam hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.