Longsor Terjang Dua Kecamatan di Malang, Jalan Nasional Malang-Lumajang Tertutup

oleh -376 Dilihat
IMG 20260402 WA0018
Longsor terjadi di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)

KabarBaik.co, Malang – Bencana tanah longsor melanda dua kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Tirtoyudo dan Ampelgading. Akibat kejadian ini, akses jalan nasional penghubung Malang-Lumajang tertutup material longsor. Sementara satu jembatan desa dilaporkan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, longsor pertama terjadi di Dusun Tlogorejo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo sekitar pukul 23.00 WIB kemarin, dipicu hujan deras sejak sore hari. “Curah hujan tinggi menyebabkan tembok penahan tanah milik warga longsor dengan panjang sekitar 4 meter dan tinggi 2 meter. Struktur dinding tidak memiliki resapan air yang memadai,” ujar Sadono, Kamis (2/4).

Longsor tersebut tidak hanya merusak tembok penahan tanah milik warga yang dihuni satu kepala keluarga (dua jiwa), tetapi juga menggerus pondasi jembatan penghubung antara RT 15 dan RT 16.
Akibatnya jembatan tidak lagi aman dilalui kendaraan roda empat maupun truk. Pondasi di sisi kanan dan kiri jembatan dilaporkan longsor dengan tinggi sekitar 4 meter dan lebar 3 meter.

Merespons laporan warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi pada Kamis pagi. Proses asesmen dimulai pukul 09.20 WIB dan pendataan awal rampung sekitar pukul 10.55 WIB.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Kecamatan Ampelgading dan berdampak lebih luas. Bencana dilaporkan melanda Desa Simojayan dan Desa Tirtomoyo setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Di Desa Simojayan, material longsor menutup total akses jalan menuju Desa Mulyoasri, sehingga mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.

Sedangkan di Desa Tirtomoyo, longsor menutup jalan nasional Malang-Lumajang yang merupakan jalur vital antarwilayah. Penutupan ini berdampak pada arus transportasi di kawasan tersebut. “Tim TRC saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan dan berkoordinasi dengan unsur Muspika serta pemerintah desa setempat,” ungkapnya Sadono.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi Tirtoyudo, seperti terpal dan bronjong untuk penanganan darurat serta penguatan struktur tanah. Hingga Kamis siang, warga di Ampelgading mulai melakukan kerja bakti membersihkan material longsor secara gotong royong sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.

“BPBD memastikan terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan kondisi di lapangan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.