Loyalitas yang Diuji Cedera: Kisah Bela Sabrina Kembali ke Gresik Phonska Plus Proliga 2026

oleh -315 Dilihat
IMG 20260119 210625

KabarBaik.co – Dalam dunia olahraga profesional yang sangat dinamis, perpindahan antarklub menjadi hal lumrah setiap musimnya. Namun, sejauh ini tidak demikian dengan sosok Bela Sabrina Agustina. Dia seperti sebuah cermin inspirasi tentang keteguhan hati.

​Menjelang musim Proliga 2026 lalu, publik sempat dikejutkan tentang kembalinya pemain berjuluk “The Dynamite” ke dalam skuad Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia itu. Tentu, hal itu bukan sekadar pengisian posisi pemain, melainkan juga seperti sebuah deklarasi kebahagiaan, rasa syukur, dan kemenangan atas cedera yang sempat terbersit bakal meruntuhkan dunianya.

​Publik olahraga tanah air, terutama volimania, tentu tahu bahwa tahun 2024 seharusnya menjadi tahun keemasan bagi Bela Sabrina, gadis kelahiran 8 Juni 2002 ini. Setelah sukses memimpin Timnas Voli Putri Indonesia sebagai kapten di AVC Challenge Cup 2024, ia berada di puncak performa sebagai salah seorang pemain muda paling disegani.

Ketajamannya pun terbukti saat ia dinobatkan sebagai Best Opposite Spiker pada ajang Kapolri Cup 2024. Namun, takdir berkata lain. Tepat di laga final turnamen tersebut pada Oktober lalu, saat sedang berada di puncak kejayaan individunya, Bela mengalami cedera lutut serius (ACL). Tak pelak, kondisi itu memaksanya masuk ke ruang operasi dan menjauh dari lapangan selama hampir satu tahun penuh.

​Masa pasca-operasi seolah menjadi babak paling sunyi dalam hidupnya. Dalam sebuah testimoni emosional yang dibagikan melalui media sosial pribadinya, Bela Sabrina membuka tabir perjuangannya yang selama ini mungkin tersembunyi dari sorot kamera. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar sejatinya bukanlah rasa sakit fisik di meja operasi, melainkan “suara-suara” di luar sana yang meragukan masa depannya di dunia voli dan kariernya di masa emas.

​”Dan ya, tidak sedikit orang yang bilang kalau sudah operasi lutut, apalagi ACL, itu tidak bakalan bisa kembali performa,” ungkap Bela Sabrina dalam unggahannya.

​Vonis minor tersebut sempat membayangi setiap langkah rehabilitasinya. Bela secara jujur menceritakan betapa sulit memerangi trauma mental yang terus menghantui saat mulai kembali menyentuh bola di lapangan. Ada momen-momen di mana ia merasa kehilangan arah dan kendali atas tubuhnya sendiri.

Baca Juga: Empat S dalam Hidup Daconi Khotob, Nahkoda Baru PT Petrokimia Gresik

​”Selama pertandingan aku selalu meyakini diri aku sendiri ‘semua baik-baik saja’ walau terkadang lututnya terasa goyang,” tulisnya dengan jujur. Ia menambahkan bahwa saat rasa tidak nyaman itu muncul, mentalnya sempat drop. “Jujur kalau kerasa gitu aku otomatis kayak orang bodoh yang mainnya setengah-setengah,” akunya menggambarkan pergolakan batin antara keinginan untuk tampil maksimal dan ketakutan akan cedera yang terulang.

​Namun, di tengah badai keraguan itu, Bela bersyukur memiliki lingkungan yang sangat mendukung. Ia menceritakan bagaimana sosok “Mas Kaka” dan rekan-rekan setim dengan sabar meyakinkan dirinya bahwa ia mampu melawan trauma tersebut. Motivasi utamanya adalah membuktikan bahwa gelar individu dan masa-masa sulit itu kini telah menjadi pijakan untuk bangkit kembali.

Dari Tribun Kembali ke Lapangan: Buah Kesetiaan

​Satu hal yang membuat profil Bela Sabrina terasa istimewa adalah kesetiaan pada satu bendera: Gresik Phonska Plus (dulu GPPI). Sejak memulai karier profesionalnya pada tahun 2020, ia tak pernah berpindah ke lain hati. Gresik bukan sekadar tempat bekerja, melainkan seperti rumah yang memberinya kepercayaan penuh di saat sedang berada di titik terendah.

​Bela mengenang masa-masa paling menyedihkan setahun yang lalu ketika hanya bisa menjadi saksi dari pinggir lapangan. “Tahun lalu aku hanya bisa merasakan euforianya sebagai penonton final waktu di Gresik, dan sekarang aku bisa merasakannya sebagai pemain yang turun di lapangan lagi,” tuturnya penuh syukur. Perubahan status dari penonton menjadi pemain inti dengan nomor punggung 4 di Proliga 2026 adalah kemenangan pribadi yang tak ternilai harganya.

​Kini, dengan kondisi fisik yang telah membaik dan mental yang telah teruji api cobaan, Bela Sabrina turut memikul beban sejarah di pundaknya. Gresik Phonska Plus menyambut musim 2026 dengan ambisi makin besar dari sekadar berpartisipasi. Di bawah arahan pelatih baru asal Italia, Alessandro Lodi, dan dukungan legiun asing berkualitas, tim Kota Pudak ini telah bertekad menghapus predikat “spesialis posisi kedua”.

Baca Juga: Alessandro Lodi: Sang Arsitek Global di Balik Ambisi Takhta Gresik Petrokimia

​Jika nanti Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia betul-betul berhasil menjadi juara Proliga 2026, pencapaian itu akan menjadi tambahan legacy yang sangat manis sekaligus pelepas dahaga luar biasa bagi publik Jawa Timur. Khususnya Kabupaten Gresik Bagi Bela Sabrina sendiri, membawa trofi juara ke tanah Gresik bukan sekadar menambah koleksi medali, melainkan pembuktian bahwa sebuah kesetiaan yang diuji dengan air mata cedera, pada akhirnya akan berbuah kejayaan.

​Perjalanan Bela Sabrina adalah sebuah epik olahraga tentang bagaimana seorang mawar tidak hanya kembali, tetapi siap mekar lebih tajam, lebih indah, dan lebih kuat untuk membawa timnya terbang tinggi ke puncak tertinggi voli Indonesia. Semoga (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.