KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan selama arus balik di jalan menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi hingga H+10, Rabu (1/4). Berdasarkan citra satelit pukul 19.20 WIB, kemacetan mengekor sekitar 14 kilometer.
Kemacetan arus balik di Pelabuhan Ketapang berlangsung 5 hari sejak Sabtu (28/3). Akibat peristiwa ini banyak pengguna jalan yang merasa dirugikan.
Seperti dikatakan Risky yang berangkat dari Madiun menuju Denpasar. Membawa mobil pribadi bersama keluarganya, ia terjebak macet pukul 15.00 WIB di wilayah Wongsorejo. Ia baru masuk Pelabuhan sekitar pukul 18.00 WIB.
“Baru masuk antrean Pelabuhan mau magrib ini. Kurang lebih 3 jam kena macet,” kata Risky.
Selama arus mudik – balik tahun ini Risky terkena macet. Sebelumnya saat mudik dari arah Bali ke Jawa dan kali ini arus balik dari sisi sebaliknya.
Situasi yang semakin membuatnya was-was, dalam perjalanan kali ini anaknya yang masih berusia 5 bulan. Saat tiba di antrean pelabuhan, ia menggendong anaknya keluar mobil supaya dapat udara segar.
“Ya beruntung tidak rewel dan tidak ada masalah di jalan, tapi ya was-was. Pengalaman saya mudik ini macet yang paling parah. Semoga kedepan tidak terjadi lagi macet kayak gini,” tandasnya.
Ditambahkan Walid. Ia pengemudi yang juga membawa anak kecil berusia 4 tahun. Ia terjebak macet sejak pukul 10.30 WIB baru masuk antrean pelabuhan menjelang magrib.
“Ini paling parah macet ini. Saya baru masuk pelabuhan 17.30 WIB. Di jalan anak ya sempat rewel, nangis-nangis,” tandasnya.
Oleh karenanya ia berharap agar kemacetan ini bisa segera diurai, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.
Sebagai informasi, catatan ASDP Ketapang, selama periode arus balik ratusan ribu pemudik telah kembali menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Hingga saat ini total sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki dalam kendaraan atau 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. Sementara untuk kendaraan, tercatat sekitar 127 ribu unit atau 77 persen dari total pergerakan saat arus mudik telah menyeberang.
Masih ada 22 persen atau 113 ribu penumpang dalam kendaraan yang belum kembali ke Bali. Sementara untuk kendaraan itu 23 persen atau 37.365 kendaraan yang belum menyeberang.








