KabarBaik.co — Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) turun ke jalan dan menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Sidoarjo, Kamis (4/9). Dalam aksi itu, mereka menyoroti persoalan kemanusiaan di bidang kesehatan yang dinilai masih luput dari pengawasan.
Ketua DPC GMNI Sidoarjo Antonius menegaskan bahwa kualitas layanan rumah sakit maupun klinik di Kota Delta harus ditingkatkan. Ia menyampaikan desakan agar dilakukan audit menyeluruh sekaligus standarisasi pelayanan kesehatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya kalangan tidak mampu, mendapat layanan yang manusiawi dan bermutu,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian mereka adalah meninggalnya balita Hanania, usia dua tahun 10 bulan. GMNI mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum serius mengawal proses hukum atas dugaan kesalahan prosedur medis tersebut.
Selain menyoroti kesehatan, mahasiswa juga menuntut DPRD untuk mendorong pengesahan undang-undang perampasan aset. Menurut mereka, regulasi itu akan menjadi senjata ampuh dalam memberantas korupsi sekaligus penyalahgunaan kekuasaan.
Isu lain yang diangkat adalah reformasi kepolisian. GMNI menolak penggunaan kekerasan berlebihan terhadap masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa.
“Jika ada pelanggaran, prosesnya harus sesuai jalur hukum, bukan dengan pemukulan,” tegas Antonius.
Merespons aspirasi mahasiswa, Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, menyampaikan apresiasi. Ia menilai keberanian mahasiswa dalam menyuarakan kritik menjadi energi penting bagi perbaikan kebijakan daerah.
Menurut Nasih, DPRD berkomitmen menindaklanjuti kasus Hanania. Sejak insiden itu terjadi, pihaknya sudah menemui keluarga korban, memanggil pihak klinik, Dinas Kesehatan, hingga organisasi profesi medis untuk melakukan evaluasi. “Kejadian ini harus jadi yang terakhir di Sidoarjo. Nyawa manusia berada di atas segalanya,” tegasnya.
Nasih menambahkan, jika ditemukan kelalaian, pihak yang bertanggung jawab akan diberikan sanksi tegas. Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung.
Aksi yang digelar mahasiswa GMNI Sidoarjo sejak awal pekan hingga Kamis ini berlangsung damai tanpa insiden. (*)







