KabarBaik.co – Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang digagas oleh Kemendikbudristek bertujuan mempercepat implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di perguruan tinggi sekaligus mencapai delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melalui Program Studi S1 Manajemen Pendidikan menjadi salah satu pelaksana aktif program ini dengan menerjunkan mahasiswa semester lima dan tujuh ke berbagai kota di Indonesia.
Para mahasiswa ditempatkan di mitra strategis di daerah seperti Makassar, Bogor, Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Jember, Bali, Lombok, serta Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.
Salah satu program unggulan dalam PKKM ini adalah Ekstensifikasi Kompetensi Studi Independen Mahasiswa (EKSIM) atau magang berbasis penelitian yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan kompetensi di lapangan.
Di Bogor, tiga mahasiswa Unesa yakni Marshanda Putri Devita Sari, Anisa Aprilia Fiorensieka, dan Miftaqul Fauzi ditugaskan melakukan penelitian di SMA Kornita IPB selama tiga bulan, mulai 1 September hingga 30 November 2024.
Marshanda Putri Devita Sari meneliti implementasi aplikasi Daftar Cek Masalah (DCM) berbasis Excel di SMA Kornita IPB sebagai bagian dari manajemen layanan khusus yang digunakan guru bimbingan konseling.
“Saya banyak belajar tentang bagaimana aplikasi ini mempermudah guru bimbingan konseling untuk mengidentifikasi masalah siswa. Tantangannya adalah bagaimana aplikasi DCM dapat digunakan secara efektif meskipun masih adanya keterbatasan.” ungkapnya.
Sementara itu, Anisa Aprilia Fiorensieka berfokus pada pengelolaan media sosial Instagram untuk membangun citra sekolah di SMA Kornita IPB. Ia mendalami aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam pengelolaan media sosial.
“Lewat penelitian ini, saya memahami pentingnya pengelolaan media sosial sebagai sarana komunikasi sekolah dengan masyarakat luas.” jelas Anisa.
Miftaqul Fauzi meneliti pengembangan kompetensi kepala sekolah melalui sistem berbasis website bernama SIPAKES di wilayah Dramaga, Bogor. Penelitiannya menekankan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan sekolah.
“Saya harap dengan adanya SIPAKES dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah di era digital,” ujarnya.
Program ini tidak hanya menghasilkan laporan penelitian berupa skripsi dan artikel ilmiah yang akan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi dan manajemen pendidikan.
Menurut Dr. Kaniati Amalia, M.Pd. dosen pembimbing dari Unesa, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam menciptakan solusi inovatif.
“Kami melihat potensi besar dari sinergi antara Unesa dan IPB dalam memecahkan tantangan pendidikan global. Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi langsung untuk mengatasi masalah nyata di dunia pendidikan,” tuturnya.
Program ini menjadi bukti bahwa kerja sama antarinstitusi pendidikan mampu membuka wawasan baru, memberikan pengalaman unik bagi mahasiswa, serta membawa dampak positif bagi pengembangan teknologi pendidikan di masa depan.(*)







