KabarBaik.co – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 4 Kota Blitar ramai diperbincangkan di media sosial. warganet sempat menyoroti pembagian menu MBG secara rapel serta pemberian telur mentah.
Di media sosial TikTok, terdapat unggahan yang mempertanyakan alasan menu MBG dirapel dan diberikan dalam bentuk makanan kering, serta pemberian telur mentah kepada siswa. Sontak hal tersebut menuai sorotan.

Menanggapi sorotan itu, petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Sananwetan Ahmad Habibi, menyebut mekanisme perubahan menu dilakukan setelah SMPN 4 bersurat kepada SPPG Sananwetan.
Pihak sekolah meminta menu MBG disajikan dalam bentuk kering agar bisa dibawa pulang oleh siswa. “Menu dibuat kering karena sudah mendekati liburan. Rapel tiga hari sekali juga mengacu panduan dari BGN,” kata Habibi, Selasa (9/12).
Menurut Habibi, menu kering yang diberikan kepada siswa terdiri dari telur, susu, keju, roti tawar, roti pandan, mangga, pisang, dan buah salak.
“Kalau telur direbus, dikhawatirkan basi dalam menu kering,” jelasnya menanggapi sorotan soal telur mentah.
Habibi menambahkan, wali murid dan siswa tidak mempermasalahkan sistem rapel tersebut. Menu MBG tetap dapat dikonsumsi saat siswa memasuki masa libur. Menu kering juga akan terus diberikan setiap Senin dan Kamis hingga 19 Desember 2025.
“Dari pihak sekolah tidak ada komplain terkait mekanisme ini,” tambahnya.
Habibi menyatakan pihak SPPG akan terus memperbaiki pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa, termasuk menerima masukan dari wali murid maupun pihak sekolah.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan pemenuhan gizi sebaik mungkin, meskipun masih ada kekurangan. Kami berterima kasih kepada wali murid dan pihak sekolah atas masukan yang diberikan,” ujarnya.(*)







