KabarBaik.co, Bojonegoro – Guna mematangkan kesiapan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bojonegoro menggelar Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten, Rabu (11/2). Kegiatan yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini dipusatkan di kawasan Gofun Entertainment Complex Bojonegoro.
Kepala Kantor Kemenhaj Bojonegoro, Abdulloh Hafith, mengatakan jumlah jemaah haji asal Bojonegoro pada tahun 2026 mencapai 1.744 CJH. Para jamaah tersebut terbagi dalam lima kloter, yakni Kloter 38, 39, 40, 41, dan 42.
“Seluruh jemaah haji Bojonegoro tahun ini tergabung dalam gelombang pertama dan akan landing di Madinah terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembekalan melalui manasik ini penting agar jamaah memiliki pemahaman yang baik terkait tata cara ibadah haji serta kesiapan fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para calon jamaah. Ia juga mengingatkan adanya program Cek Kesehatan Gratis dari Pemkab Bojonegoro yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh CJH.
“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyediakan 20 jenis layanan kesehatan gratis di puskesmas. Silakan dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum berangkat haji,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gartaman selaku pemateri manasik menyampaikan adanya sejumlah skema pelayanan baru yang dirancang lebih efisien dan nyaman bagi jamaah. Di antaranya adalah penerapan sistem murur dari Arafah menuju Mina tanpa berhenti di Muzdalifah, serta kebijakan sebagian jamaah kembali ke hotel setelah lempar jumrah demi kenyamanan.
“Pemerintah sesuai undang-undang memberikan pelayanan pembinaan dan perlindungan kepada jemaah. Beberapa kebijakan baru ini dibuat agar jemaah lebih nyaman dan kebutuhan mereka terpenuhi secara maksimal,” ungkapnya. (*)






