Mandiri Investasi Siapkan Peluncuran RDB Emas Syariah Pertama di Indonesia, Gandeng Pegadaian dan Deutsche Bank

oleh -298 Dilihat
IMG 20251209 WA0012
Langkah strategis tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Mandiri Investasi bersama PT Pegadaian dan Deutsche Bank

KabarBaik.co – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) terus memfinalisasi rencana peluncuran Reksa Dana Bursa (RDB) Emas Syariah pertama di Indonesia, yang ditargetkan meluncur pada awal tahun depan. Produk investasi berbasis emas fisik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Exchange Traded Fund (ETF) Emas Syariah ini diproyeksikan menjadi solusi investasi modern, aman, transparan, dan mudah diakses publik.

Langkah strategis tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Mandiri Investasi bersama PT Pegadaian dan Deutsche Bank pada Selasa (9/12).

Sebelumnya, Mandiri Investasi juga menggandeng Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama serta Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Bullion Bank mitra awal.

Dalam beberapa bulan terakhir, kolaborasi kelima institusi keuangan tersebut berfokus pada penyempurnaan aspek teknis, mulai dari mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas fisik, tata kelola kustodian, infrastruktur perdagangan RDB, hingga penyesuaian struktur produk agar memenuhi prinsip syariah.

Peluncuran resmi produk ini akan dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) terkait Reksa Dana Berbentuk KIK yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek dengan underlying emas, yang saat ini memasuki tahap akhir. Mandiri Investasi menargetkan peluncuran sesaat setelah regulasi tersebut dirilis.

Sesuai MoU terbaru, Pegadaian akan berperan sebagai Bullion Bank, menyediakan serta menyimpan emas fisik yang menjadi underlying RDB Emas Syariah. Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung ekosistem investasi emas nasional.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung pemerintah memperkuat ekosistem industri emas nasional serta memperluas layanan emas bagi masyarakat,” ujar Selfie.

Sementara itu, Deutsche Bank akan berperan sebagai Bank Kustodian, menghadirkan tata kelola aset yang aman dan terpercaya melalui pengalaman panjang mengadministrasikan ETF di pasar global.

“Dengan pengalaman global dan infrastruktur yang kuat, kami memastikan pengadministrasian Reksa Dana dilakukan sesuai standar tertinggi demi menjaga kepercayaan investor,” jelas Samir Shivaji Dhamankar, Head of Corporate Bank Indonesia & Head of Trust & Securities Services ASEAN Deutsche Bank.

Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah, CFA, menuturkan bahwa produk ini dirancang likuid dan mudah diperdagangkan seperti saham di BEI dengan underlying emas fisik murni yang tersimpan di Bullion Bank serta mematuhi Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

“RDB Emas Syariah dapat menjadi solusi investasi modern dibandingkan menyimpan emas fisik. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan relevan bagi investor yang membutuhkan instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” ujarnya.

Tidak hanya menawarkan efisiensi dan transparansi, RDB Emas Syariah juga dirancang mengikuti pergerakan harga emas domestik dan global dengan biaya kompetitif.

Mandiri Investasi memiliki pengalaman mengelola 14 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berbasis ETF emas global, sehingga memiliki fondasi teknis kuat dalam menghadirkan produk ETF emas syariah domestik.

Hingga 4 Desember 2025, dana kelolaan (AUM) konsolidasi Mandiri Investasi telah melampaui Rp 80 triliun dan diproyeksikan terus tumbuh. Perseroan optimistis kehadiran RDB Emas Syariah akan mendapat sambutan positif dan menjadi katalis pertumbuhan AUM pada 2026.

Sebagai manajer investasi nasional, Mandiri Investasi saat ini menyediakan 54 produk investasi mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga ETF seperti Mandiri ETF LQ45 dan Mandiri ETF SRI-KEHATI, serta Reksa Dana Indeks Mandiri FTSE Indonesia ESG dan Mandiri Investa Indeks Obligasi Negara. Hadirnya RDB Emas Syariah akan melengkapi portofolio produk berbasis pasar modal syariah perseroan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.