KabarBaik.co – Berbagai elemen masyarakat Jombang mengikuti kegiatan edukasi literasi digital sebagai bentuk kesiapan menghadapi derasnya arus transformasi digital. Kegiatan tersebut digelar di Green Red Hotel, Peterongan, Jombang.
Forum lintas generasi ini bertujuan membekali masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, aman, dan kritis, terutama dalam penggunaan media sosial serta transaksi digital.
Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj Sadarestuwati, menegaskan bahwa literasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.
“Dunia digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai perbankan, perdagangan, sampai urusan sosial. Karena itu, kemampuan mengelolanya dengan aman sangat penting,” kata Sadarestuwati, Jumat (19/12).
Ia mencontohkan hampir seluruh kebutuhan kini dapat diakses secara digital tanpa harus keluar rumah.
“Mau makan tinggal klik GoFood, mau pergi ada ojek online, bahkan belanja alat berat sekarang juga bisa online. Digitalisasi ini sisi positifnya sangat besar karena memudahkan,” ujarnya.
Namun demikian, Sadarestuwati mengingatkan bahwa kemudahan tersebut juga diiringi risiko kejahatan digital yang kian marak, seperti penipuan dan manipulasi informasi.
“Scamming sekarang luar biasa. Banyak akun palsu, penawaran kerja fiktif, sampai ajakan kerja sama yang ujungnya penipuan,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat lebih selektif dalam mengonsumsi konten digital dan memahami pola-pola kejahatan siber agar tidak mudah terjebak.
“Kalau tidak paham polanya, kita akan mudah tertarik. Apalagi internet di Indonesia hampir tidak ada filter,” imbuhnya.
Sadarestuwati juga menyoroti kerentanan anak-anak terhadap konten negatif di internet. Ia mendorong peran keluarga dan lingkungan dalam melakukan pengawasan serta menanamkan nilai budi pekerti saat menggunakan gawai.
“Tren yang viral belum tentu baik. Kecerdasan memilih dan menyaring informasi itu kunci. Kita harus menjaga identitas dan norma sosial di tengah arus global,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis terkait etika berkomunikasi di dunia maya, perlindungan data pribadi, serta cara mengenali hoaks dan kejahatan siber.
Penyelenggara turut menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri dan VASPE yang membahas keamanan transaksi elektronik serta peluang usaha digital.
Sadarestuwati berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat Jombang agar lebih bijak menggunakan media sosial dan teknologi digital.
“Digitalisasi sudah masuk ke semua sendi kehidupan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan benar, aman, dan bermanfaat, sambil tetap menjaga semangat nasionalisme,” pungkasnya. (*)







