KabarBaik.co, Jakarta —Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Kedua pelaku teridentifikasi berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan, kedua pelaku masing-masing berinisial BHC dan MAK. Identitas tersebut diperoleh dari analisis rekaman CCTV di kawasan Jakarta Pusat.
“Kedua orang yang kami tunjukkan tersebut, dari data kepolisian, berinisial BHC dan MAK,” ujar Kombes Pol Iman Imanuddin di Jakarta, Rabu (18/3).
Ia menegaskan, foto pelaku yang telah dirilis bukan hasil manipulasi digital. “Ini murni diambil dari rekaman CCTV di sepanjang jalur yang dilalui pelaku, bukan hasil artificial intelligence,” tegasnya.
Serangan mengerikan itu terjadi pada Kamis tengah malam (12/3), tak lama setelah Andrie menghadiri sebuah podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng. Podcast tersebut membahas isu sensitif terkait remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.
Akibat penyiraman air keras tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga 24 persen. Tim medis di RSCM menyebutkan luka tersebar di sejumlah bagian vital tubuh.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa luka paling parah dialami pada wajah, dada, kedua tangan, hingga area mata korban. “Kondisinya cukup serius dan membutuhkan penanganan intensif,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran publik atas keselamatan para aktivis di Indonesia, sekaligus menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus kekerasan yang menyasar pembela HAM. (*)








