KabarBaik.co, Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan harapannya supaya Sekolah Rakyat permanen bisa segera dibangun di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pembangunan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) atau daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi harus menjadi prioritas.
Hal tersebut disampaikan Wamensos Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (19/8).
Sebelumnya, Sumba Timur telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk dibangun Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut sudah disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan memenuhi syarat, dengan catatan dua hal yang harus dipenuhi yaitu dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan pelebaran akses jalan.
“Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah,” kata Agus Jabo.
Menanggapi hal tersebut, Umbu Lili menyampaikan kesiapannya untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan. “Kalau jalan sebetulnya sudah ada, lebar standar jalan daerah saja, mungkin sekitar 4 meter yang sudah pengerasan, itu mulai langsung di tepi jalan itu. Kalau terkait dengan komitmen untuk meningkatkan kondisinya, nanti kami akan lebaran,” kata Umbu.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa lahan yang diajukan untuk Sekolah Rakyat tersebut cukup strategis karena dilintasi aliran air bersih dan jaringan Listrik, sehingga tidak akan kesulitan air dan listrik. Umbu mengungkapkan angka kemiskinan di Sumba Timur masih cukup tinggi, yakni sebesar 25 persen, dan miskin ekstrem sebesar 18 persen.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumba Timur dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat tujuannya adalah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. “Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kita optimalkan,” ujarnya.
Umbu juga mengapresiasi Kemensos yang selama ini telah menyalurkan berbagai bantuan sosial ke wilayah Sumba Timur. “Program-program Kementerian Sosial memang menyentuh sekali, terutama berkaitan dengan bansos, berkaitan dengan PKH, betul-betul membantu. Kami tidak hanya sekedar menyalurkan, kami juga memantau masyarakat penerima ini memanfaatkan dengan benar,” kata Umbu.
Wamensos menyampaikan bahwa concern Presiden Prabowo Subianto adalah pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui Program Sekolah Rakyat. “Nah, Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Agus Jabo.
Untuk itu, lanjut Agus, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, dimana tidak ada pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Jadi kan sekarang kita sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kita bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check,” pungkasnya. (*)






