KabarBaik.co, Jombang – Mayat bayi perempuan ditemukan mengapung di aliran sungai Dusun Palombo, Desa Sudimoro, Megaluh, Jombang, Minggu (15/3) sekitar pukul 12.45 WIB.
Bayi tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi. Karena tidak berani mengevakuasi sendiri, mereka kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.
Salah satu warga setempat, Indri, mengatakan kabar penemuan bayi tersebut dengan cepat menyebar sehingga banyak warga berdatangan ke lokasi.
“Awalnya yang mengetahui orang-orang proyek di sekitar tempat kejadian. Mereka tidak berani mengambil, akhirnya memanggil polisi. Setelah itu baru ramai warga datang,” ujar Indri.
Berdasarkan keterangan warga, kondisi bayi diduga belum lama meninggal. Hal itu terlihat dari kondisi jasad yang masih segar dan masih terdapat tali pusar.
Warga lainnya, Zuli, mengaku mengetahui kejadian itu setelah lokasi dipenuhi warga. Ia menyebut bayi tersebut awalnya terbawa arus sungai sebelum akhirnya tersangkut di bawah jembatan.
“Saya tahunya sudah ramai. Katanya bayi itu awalnya terbawa arus lalu tersangkut di bawah jembatan. Bayinya tanpa busana, masih ada tali pusarnya, tapi ari-arinya sudah tidak ada,” kata Zuli.
Dari penampakan fisiknya, warga menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum ditemukan di aliran sungai.
Sementara itu, Kapolsek Megaluh AKP Trisulo Hadi Warjianto membenarkan adanya penemuan jasad bayi perempuan tersebut.
“Iya, benar bayi perempuan. Dari penampakannya diduga baru dilahirkan,” katanya saat dikonfirmasi.
Menurut Trisulo, jenazah bayi telah dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk diautopsi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini,” ujarnya. (*)






