KabarBaik.co – Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di aliran Kali Pancir, Dusun/Desa Grobogan, Mojowarno, Jombang, Rabu (21/1) pagi.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh sejumlah ibu-ibu petani yang hendak berangkat ke sawah. Awalnya, mereka mengira benda yang terlihat di sungai itu hanyalah boneka.
“Dikira boneka, tapi setelah didekati ternyata mayat. Lalu langsung dilaporkan ke pemerintah desa,” kata Kepala Dusun Sukorejo, Desa Grobogan, Muhammad Bagus Firman.
Menurut Bagus, jasad ditemukan mengapung di wilayah Kali Pancir dan diduga bukan warga setempat.
Hingga pukul 08.30 WIB, jenazah masih berada di lokasi untuk menjalani pemeriksaan awal oleh pihak berwenang sebelum dilakukan visum.
Dari hasil pengamatan sementara, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja batik bercorak garis berwarna coklat, celana pendek, serta sebuah cincin berwarna putih.
“Di bagian mulut korban terlihat mengeluarkan sedikit busa,” ujar Bagus.
Selain itu, terdapat luka lecet di bagian pelipis kepala korban. Luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu atau benda keras saat korban tenggelam di sungai.
“Luka lecet kemungkinan karena terbentur saat tenggelam,” katanya.
Berdasarkan kondisi jasad yang masih relatif segar meski terlihat pucat, korban diperkirakan meninggal dunia belum lama, sekitar Selasa sore atau malam sebelumnya.
Sementara itu, Kapolsek Mojowarno AKP Soesilo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Benar, ditemukan mayat di aliran Sungai Kali Pancir, Grobogan, Mojowarno. Penyebab kematian belum bisa dipastikan dan akan dilakukan visum terlebih dahulu,” ujar Soesilo.
Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya. (*)







