Mayat Perempuan Ditemukan di Bengawan Solo Tuban, Diduga Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Glendeng

oleh -200 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 06 at 6.32.01 AM
korban usai ditemukan warga di bantaran Bengawan Solo Tuban (istimewa)

KabarBaik.co – Sesosok mayat perempuan ditemukan mengapung di aliran Bengawan Solo, tepatnya di Desa Simo, Soko, Tuban. Korban diketahui berinisial KAS, 65, warga Kecamatan Bojonegoro Kota.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban diduga meninggal akibat bunuh diri dengan cara meloncat dari atas Jembatan Glendeng. Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Desa Simo, Soko, Tuban, dengan Desa Campurejo, Bojonegoro Kota.

Dugaan itu diperkuat oleh keterangan keluarga yang menyebutkan korban menderita sakit menahun dan tinggal seorang diri di rumahnya.

Kapolsek Bojonegoro Kota AKP Agus El Fauzi membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut.

Agus menjelaskan peristiwa tersebut bermula pada Senin (5/1) sekitar pukul 15.15 WIB, ketika anggota Polsek Soko, Polres Tuban, menerima laporan dari warga terkait seorang perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Glendeng dan tenggelam di aliran Bengawan Solo.

Petugas kemudian melakukan pencarian dan korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Saat ditemukan, pada tubuh korban tidak ditemukan identitas apa pun.

“Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi,” jelasnya, Selasa (1/6).

Hasil identifikasi memastikan korban adalah KAS, warga Kecamatan Bojonegoro Kota. Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui menderita sakit menahun dan menjalani kehidupan seorang diri.

Agus menambahkan berdasarkan keterangan keluarga, pada Senin pagi korban sempat berpamitan keluar rumah dengan alasan hendak memeriksakan kesehatannya dan pergi seorang diri.

“Pihak keluarga kemudian menerima informasi dari kepolisian bahwa korban telah meninggal dunia,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Agus. (*)

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.