MBMA Siapkan Buyback Saham hingga Rp 1,7 Triliun, Tunjukkan Optimisme Prospek 2026

oleh -52 Dilihat
IMG 20260329 WA0032
Pembelian saham oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam merespons kondisi pasar. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) merencanakan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp 1,7 triliun sebagai respons atas dinamika pasar yang berfluktuasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan akan melakukan buyback hingga Rp 1,8 miliar lembar saham atau senilai Rp 1,7 triliun, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026, atau selama maksimal tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi pada 16 Maret 2026.

Direktur Utama PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam merespons kondisi pasar sekaligus mencerminkan keyakinan terhadap fundamental bisnis yang kuat.

“Perseroan optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan. Target produksi yang lebih tinggi di segmen pertambangan maupun hilirisasi nikel pada 2026 mencerminkan momentum pengembangan operasional yang terus berlanjut,” ujarnya, Minggu (29/3).

Sepanjang 2025, MBMA mencatatkan kinerja operasional yang solid dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Optimisme tersebut berlanjut ke tahun 2026, didukung oleh ekspansi di sektor hilirisasi nikel.

Di segmen hilir, Perseroan menargetkan produksi High Grade Nickel Matte sebesar 44.000 hingga 48.000 ton pada 2026, meningkat signifikan dibandingkan realisasi 19.998 ton pada 2025. Selain itu, MBMA juga berhasil menekan biaya tunai Nickel Pig Iron (NPI) hingga 9 persen secara tahunan (year on year) sepanjang 2025.

Upaya efisiensi turut diperkuat melalui pengoperasian Feed Preparation Plant (FPP) yang memungkinkan pengiriman slurry limonit melalui pipa dari tambang SCM. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT ESG New Energy Material di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park.

Ke depan, proyek HPAL milik Perseroan melalui PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun juga diproyeksikan mulai mengoperasikan train pertamanya pada semester II 2026.

Dengan fondasi operasional yang semakin kuat serta sejumlah proyek yang mulai memasuki tahap produksi, MBMA menilai prospek kinerja ke depan tetap menjanjikan. Rencana buyback saham ini pun menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap nilai jangka panjang Perseroan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.