Membanggakan! Pelajar MAN 1 Pasuruan Juara Pertama Kompetisi Robotik Tingkat Internasional

oleh -679 Dilihat
Pelajar MAN 1 Pasuruan yang berhasil meraih juara dalam lomba robotik tingkat internasional. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Nama Pasuruan kembali harum tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga kancah internasional. Hal itu setelah dua pelajar MAN 1 Pasuruan berhasil menjuarai kompetisi robotik tingkat internasional yang digelar 26-27 Oktober 2024 Petrosains RBTX Challenge di Malaysia.

Sang juara internasional yaitu Fachri Insan Hidayatullah yang duduk dibangku kelas XI dan Faishal Fakhri Yaroh duduk dibangku kelas XII. Keduanya berkolaborasi menciptakan replika kendaraan self drive alias tanpa pengemudi.

Keduanya merancang robot dengan menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium robotik sekolah, merakit, menguji, dan menyempurnakan setiap detail ciptaan mereka. Mimpi mereka berdua menciptakan sesuatu yang luar biasa itu pun perlahan membuahkan hasil. Merancang sebuah robot miniatur yang mampu meniru fungsi sebuah mobil self drive.

Robot mungil ini bukan sekadar mainan, melainkan sebuah karya yang sarat dengan teknologi kecerdasan buatan. ”Kami melihat potensi besar dari teknologi robot berbasis AI untuk memudahkan kehidupan manusia,” kata Fachri.

Di sekolahnya, remaja berusia 16 tahun itu memang cukup aktif menggeluti ekstrakurikuler robotik. Ketertarikannya bermula ketika dirinya kerap terpana dengan kecanggihan teknologi. Prestasi terbesar mereka baru diraih ketika berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi robotik tingkat internasional, Petrosains RBTX Challenge 2024.

Ajang itu tak hanya diikuti peserta dari Indonesia saja. Keduanya berhasil menyingkirkan 36 tim dari lima negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan Philipina. Ada beberapa kategori yang dilombakan. Antara lain line follower speed rival, robot sumo, robot kreatif, dan puzzle.

Faishal dan Fachri sebenarnya sudah dua kali mengikuti kompetisi itu. Bahkan, robot yang diturunkan dalam arena perlombaan sudah dibuat setahun lalu ketika keduanya mengawali debutnya.

Meski begitu, perjalanan mereka bukan tanpa kendala. Saat proses perakitan, ada beberapa komponen yang rusak. Salah satunya kipas yang cukup penting karena berfungsi memberikan tekanan pada robot agar tetap stabil meskipun melaju dalam kecepatan tinggi.

”Saat coding juga lumayan memakan waktu,” timpal Fachri. Mereka harus beberapa kali trial agar program bisa mengatur fungsi sensor denga baik. Sehingga lajunya tetap stabil mengikuti garis. Bahkan mereka juga mesti beberapa kali mengutak-atik letak sensor yang mendeteksi garis agar tetap terbaca dengan akurat.

”Kami juga memodifikasi bagian roda agar tidak meninggalkan bekas pada trace serta tidak mudah selip,” ujar Fachri.

Kepala MAN 1 Pasuruan Nasruddin turut bangga dengan prestasi anak didiknya. Kepada siapapun anak didiknya, dia memang berpesan agar mereka bisa seterampil mungkin, kendati bersekolah di madrasah. ”Itu akan jadi nilai tambah bagi mereka bahwa anak-anak Madrasah tidak hanya paham keilmuan dan keagamaan, tetapi juga menguasai teknologi,” katanya.

Apalagi melihat perkembangan teknologi yang begitu cepat. Masa depan mereka tentu akan dimanjakan dengan beragam teknologi yang semakin inovatif. ”Jadi soft skill itu diperlukan agar mereka tidak hanya menjadi penikmat atau pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari yang menciptakan,” pungkas Nasruddin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.