Menantu Keji, Ibu Mertua Dihabisi karena Sakit Hati Kerap Dimaki dan Dimarahi

oleh -176 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 03 at 3.43.13 PM
Pelaku saat memukul korban (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Pekanbaru – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Pekanbaru, Riau. Seorang lansia meninggal setelah dipukul menggunakan balok kayu berkali-kali.

Ironisnya, pembunuhan ini didalangi oleh menantu korban sendiri. Dibantu tiga orang lainnya, perbuatan keempat orang ini secara jelas terekam CCTV.

Kasus ini berawal pada Rabu (29/4) pukul 08.00 WIB saat Salmon Meha, 61, hendak mengajak istrinya, Dumaris Deniwati Boru Sitio, 60, pergi membayar pajak kendaraan. Namun Dumaris tidak mau dan lebih memilih di rumah saja.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon pulang. Ia heran pintu dalam keadaan terbuka. Kamar juga terlihat berantakan. Di kamar mandi ia juga tak mendapati istrinya.

Betapa kagetnya Salmon saat melihat istrinya diam tak bergerak di kursi dapur. Saat itulah Salmon menyadari jika istrinya sudah tak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkannya ke polisi.

Olah TKP yang dilakukan polisi menemukan bahwa aksi pelaku terekam CCTV. Rekaman CCTV di teras rumah menunjukkan sebuah mobil berhenti di depan rumah sekitar pukul 10.26 WIB. Dari dalam mobil keluar 2 perempuan, berkaus hitam dam berjaket biru, yang segera masuk rumah.

Pukul 10.27 WIB, seorang pria bertopi dan bercelana pendek keluar dari mobil dan masuk rumah. Pria itu mengenakan masker. Pria itu kemudian memanggil temannya dengan isyarat tangan agar juga masuk rumah. Pria kedua yang mengenakan masker ini pun juga masuk rumah.

CCTV di ruang tamu menunjukkan korban membuka pintu dan menyilakan masuk dua perempuan. Perempuan berkaus hitam mencium tangan korban. Mereka kemudian berbincang.

Di tengah perbincangan, pria bertopi tiba-tiba masuk. Dia lalu menghantamkan balok kayu yang dibawanya ke arah korban berkali-kali. Balok kayu itu dihantamkannya ke wajah dan kepala korban.

Setidaknya dua hantaman balok kayu dipukulkan kembali ke wajah dan kepala korban sebelum akhirnya pria itu menyadari adanya CCTV di ruangan dan merusaknya.

Pria itu kemudian berjalan ke arah dapur dan merusak CCTV yang menyorot area dapur.

Kembali ke CCTV teras, seorang pria masuk ke halaman rumah sambil mengendarai motor. Perempuan berjaket biru keluar dan segera pergi ke arah mobil. Pria pengendara motor juga keluar.

Rekaman CCTV selanjutnya menunjukkan tiga pelaku lain keluar rumah sambil membawa sejumlah barang.

Polisi yang mendapat laporan segera bergerak. Para pelaku akhirnya tertangkap.

“Tim gabungan Resmob, Jatanras Polda Riau, dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia,” ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta.

Muharman mengatakan empat pelaku ditangkap di dua lokasi yang menjadi tempat persembunyian masing-masing.

“Dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah dan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara,” kata Muharman.

Muharman mengatakan salah satu pelaku merupakan menantu korban yakni AF. Diduga AF adalah dalang kasus tersebut. Sementara pria yang memukul korban diduga adalah selingkuhan AF. Dari rumah korban, pelaku membawa kabur perhiasan, HP, dan uang SGD 400.

Muharman mengungkapkan motif kasus ini adalah AF merasa sakit hati. Ia merasa sakit hati karena saat masih tinggal bersama korban, ia kerap dimaki dan dimarahi.

“Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati. Saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi,” kata Muharman.

Selain itu, motif AF lainnya adalah ingin mengusai barang-barang berharga milik korban.

“Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban,” lanjut Muharman. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.