Mengais Harapan dari Tumpukan Sampah, Potret Ibu Tangguh di Sidoarjo

oleh -120 Dilihat
dbfa604f 6a58 4275 b7b3 3753341b89fa
Daumi saat memilah sampah di TPA Griyo Mulyo Jabon. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Di balik hiruk-pikuk aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Desa Balong Tani, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu bernama Daumi.

Janda dengan tiga orang anak ini harus berjuang sendirian menghidupi keluarganya sejak sang suami meninggal dunia setahun lalu.

Daumi adalah salah satu potret wanita tangguh di momen Hari Ibu, 22 Desember 2025.

Bagi Daumi, peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremonialz Melainkan cermin dari keteguhan seorang perempuan dalam menjaga kehidupan keluarganya.

Sudah 26 tahun Daumi bergelut dengan sampah. Awalnya ia menjadi pemulung di sekitar tempat tinggalnya, memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

Empat tahun terakhir, sejak berdirinya TPA Griyo Mulyo, ia bekerja sebagai pemilah sampah di lokasi tersebut demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Daumi mengaku memilih pekerjaan ini karena dianggap halal dan tidak berbelit-belit. “Saya kerja di sini karena kebutuhan, yang penting halal dan tidak ribet seperti melamar kerja di pabrik,” ungkapnya lirih saat ditemui di TPA Griyo Mulyo, Senin (22/12).

Bekerja di TPA membuat hidup Daumi sedikit lebih ringan dibanding masa lalu. Jika dulu ia harus berkeliling di bawah terik matahari, kini ia bisa bekerja di satu tempat.

“Dulu saya memulung di sekitar Jabon harus keliling memulung, sekarang alhamdulillah sudah empat tahun di TPA ini,” tuturnya dengan nada syukur.

Kisah serupa juga dialami Alipah, 53 tahun, janda dua anak yang telah ditinggal suaminya tiga tahun silam. Ia mengais rezeki dari balik tumpukan sampah di TPA yang sama, tempat ia dulu bekerja bersama sang suami semasa hidup. Kini, ia harus melanjutkan perjuangan itu sendirian demi anak-anaknya.

“Saya dulu kerja di sini sama suami namun semenjak saya di tinggal suami saya meninggal tiga tahun silam, sekarang saya mencari rezeki di balik sampah-sampah ini dengan para rekan saya yang lain tanpa ditemani sang suami seperti dulu,” ungkapnya lirih

Di momen Hari Ibu, kisah Daumi dan Alipah menjadi potret nyata ketangguhan perempuan. Mereka membuktikan bahwa ibu bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga sosok pejuang yang tak kenal lelah, bahkan dari balik tumpukan sampah, demi masa depan anak-anak yang mereka cintai.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.