Menjelang Nataru, Polresta Malang Kota Fokus Jalur Padat dan Antisipasi Balap Liar

oleh -140 Dilihat
IMG 20251219 WA0016 1
Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Satlantas Polresta Malang Kota memfokuskan pengamanan Operasi Lilin Semeru pada jalur-jalur yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, mengatakan bahwa pengamanan diprioritaskan pada titik-titik padat serta jalur masuk Kota Malang. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi potensi aksi balap liar sesuai atensi dari Dirlantas Polda Jatim.

“Operasi Lilin Semeru kita fokuskan pada jalur-jalur yang menjadi titik kepadatan menjelang Natal dan Tahun Baru. Jika ada potensi balap liar, pasti akan kami tertibkan,” ujar Agung saat apel gelar pasukan operasi kepolisian Lilin Semeru 2025 di halaman Balaikota Malang, Jumat (19/12).

Untuk mendukung pengamanan, Agung menyebutkan bahwa Polresta Malang Kota mendirikan empat Pos Pengamanan (Pos Pam) di pintu-pintu masuk kota yang padat.
Selain itu, terdapat satu Pos Terpadu di sekitar Gereja Ijen, mengingat lokasi tersebut menjadi pusat perayaan Natal berskala besar, serta satu Pos Pelayanan di Stasiun Kota Baru seiring adanya penambahan rute perjalanan kereta api.

Dalam hal penegakan hukum, Agung menegaskan bahwa ETLE tetap berjalan normal selama Operasi Lilin Semeru. Sementara itu, mobil INCAR akan dioperasikan secara optimal secara mobile untuk menyasar titik-titik dengan tingkat pelanggaran tinggi.

“ETLE tetap aktif seperti biasa. Mobil INCAR juga siap bergerak menyasar lokasi-lokasi rawan pelanggaran,” jelasnya.

Terkait kendaraan besar dan ODOL, Agung menjelaskan, jika pembatasan operasional telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), mencakup pengaturan hari dan jam tertentu di jalur non-arteri. Kendaraan logistik esensial seperti pengangkut BBM dan bahan pokok tetap mendapat pengecualian.

Satlantas Polresta Malang Kota juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di wilayah Utara mulai Graha Kancana hingga MCC, serta wilayah Barat di sekitar Universitas Brawijaya (UB). Hal ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata Batu.

“Kami juga memantau okupansi hotel di Batu dan Malang untuk memprediksi volume kendaraan,” tambahnya.

Berdasarkan data sementara, puncak kenaikan arus kendaraan diperkirakan terjadi pada 22-26 Desember 2025, sementara puncak arus jelang Tahun Baru diprediksi berlangsung pada 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Untuk pengamanan kawasan wisata, polisi akan memfokuskan pengawasan di kawasan wisata kuliner seperti Kayutangan, Oro-Oro Dowo (Brosem) dan Kawi. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, khususnya di pintu masuk Utara dan Barat Kota Malang.

“Jika terjadi kemacetan parah, kami akan melakukan pengalihan arus melalui jalur alternatif di sisi Barat, Tengah, dan Timur,” tegas Agung. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.