KabarBaik.co, Jember – Rencana Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, untuk memperbaiki infrastruktur di Jember mendapat apresiasi sekaligus catatan khusus dari legislatif setempat. Meski bantuan pusat mulai mengalir, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.
Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menyatakan apresiasinya atas kunjungan dan kepedulian Menteri PUPR terhadap kondisi infrastruktur di Jember yang terdampak bencana. Berdasarkan rencana, terdapat 16 titik jembatan dan 50 bendungan yang akan menjadi prioritas perbaikan.
Namun, David menekankan bahwa angka tersebut belum mampu meng-cover seluruh persoalan infrastruktur di Jember. Menurut analisis Komisi C, masih banyak akses vital masyarakat yang kondisinya memprihatinkan.
“Kami menginginkan tidak hanya 16 jembatan itu saja yang dibangun, karena kebutuhan di Kabupaten Jember sangat banyak. Apalagi dengan adanya pemangkasan anggaran dari pusat, kami di daerah tidak bisa berbuat banyak,” ujar David saat di konfirmasi melalui telepon seluler, (24/2).
David menyoroti bahwa di wilayah pinggiran dan pedesaan, masih ditemukan banyak jembatan non-permanen yang hanya terbuat dari bambu hasil swadaya masyarakat.
“Padahal, infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi ekonomi desa serta akses utama ketahanan pangan,” katanya.
Selain jembatan, David juga mendorong pemerintah pusat untuk membantu pembangunan dinding penahan sungai atau bronjong.
Mengingat Jember memiliki 12 potensi bencana, penguatan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang mendesak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat banjir.
Tak hanya soal perbaikan pascabencana, politisi Nasdem itu juga menyinggung rencana strategis Pemkab Jember terkait pembangunan flyover pada tahun 2026.
“Kami berharap tahun 2026 flyover seperti yang diharapkan Gus Bupati (Hendy Siswanto) bisa mulai direalisasikan. Ini penting sebagai solusi pengurai kemacetan yang berdampak langsung pada kelancaran ekonomi Jember,” pungkasnya. (*)






