KabarBaik.co, Surabaya – Meskipun sangat terlambat, Pemkot Surabaya akhirnya bergerak menangani banjir di kawasan Osowilangun yang sempat terjadi akibat kombinasi hujan deras dan fenomena pasang air laut (rob).
Setelah air surut, penelusuran lapangan mengungkap bahwa tumpukan sampah di saluran bawah tanah menjadi pemicu utama terhambatnya aliran air. Apa yang dilakukan Pemkot Surabaya terbilang sangat terlambat karena lebih dari tiga tahun yang lalu, kawasan tersebut selalu banjir tanpa pernah ditangani
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan bahwa petugas telah melakukan pengecekan menyeluruh pada saluran bawah jalan sejak Senin (16/2).
“Fokus kami adalah membersihkan sampah di dalam saluran agar aliran kembali normal. Pengerukan dilakukan bertahap agar tidak ada lagi material yang menghambat,” ujar Hidayat.
Langkah Penanganan di Sungai Kalianak
Proses pembersihan difokuskan di area Sungai Kalianak. Petugas membuka akses gorong-gorong melalui manhole untuk mengangkut sampah yang menyumbat. Guna menjamin kelancaran alat berat dan keamanan petugas, Pemkot berkoordinasi dengan petugas lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi.
Selain pembersihan manual, Pemkot Surabaya menyiagakan infrastruktur pendukung selama 24 jam penuh:
Optimalisasi Rumah Pompa: Pompa air dioperasikan tanpa henti dengan sistem tiga shift (pagi, sore, malam).
*Siaga Personel: * kebersihan disiagakan di area screen pompa untuk mencegah sampah masuk ke mesin.
Logistik Aman: Memastikan kesiapan bahan bakar dan sarana pendukung lainnya.
Sinergi Lintas Instansi
Mengingat kawasan Osowilangun terhubung dengan jaringan sungai besar seperti Sungai Kandangan yang berada di bawah wewenang pemerintah pusat, Hidayat menekankan pentingnya kolaborasi. “Kami terus menjalin koordinasi dengan instansi tingkat nasional untuk pengelolaan alur menuju laut agar penanganan banjir lebih optimal,” tambahnya.
Waspada Cuaca Ekstrem & Banjir Rob
BMKG Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di pesisir Surabaya pada periode 13–20 Februari 2026. Selain itu, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga 21 Februari 2026.
Pemkot Surabaya mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah ke saluran air demi meminimalkan risiko banjir di masa mendatang. (*)






