KabarBaik.co – Bentuk toleransi dan keprihatinan ditunjukkan ratusan driver ojek online (ojol) Sidoarjo bersama Forum Gusdurian serta tokoh lintas agama. Mereka berkumpul dan menggelar doa bersama untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dunia saat aksi demonstrasi di Jakarta, Jumat (28/8).
Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh agama, mulai dari Islam, Kristen, Hindu, hingga Buddha. Kehadiran lintas iman itu menjadi simbol persatuan sekaligus wujud keprihatinan atas kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai “sedang tidak baik-baik saja”.
Arif, Ketua Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Sidoarjo, selaku perwakilan aksi yang mengakomodir doa bersama di depan Monumen Jayandaru, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud solidaritas bagi rekan seprofesi yang gugur.
“Kita semua merasa kehilangan. Doa bersama ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa dan solidaritas untuk almarhum Affan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, para tokoh lintas agama memimpin doa sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing. Umat Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha yang hadir tampak khidmat dan larut dalam doa bersama.

“Semua tokoh agama hadir, ada Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Mereka memimpin doa sesuai kepercayaannya, dan diikuti masyarakat Sidoarjo serta rekan-rekan ojol,” tambah Arif.
Selain doa bersama, acara ini juga menjadi pengingat agar tragedi serupa tidak terulang. Para peserta menilai aksi yang menelan korban jiwa di Jakarta menjadi cerminan bahwa situasi demokrasi perlu lebih serius dikawal.
Diketahui, Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas mobil taktis Brimob Polda Metro Jaya saat aksi di Jakarta. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas ojol, tetapi juga masyarakat luas.
Hingga kini, pihak kepolisian telah menangkap tujuh orang pelaku yang diduga terlibat. Mereka diproses secara hukum sesuai keterangan resmi Kapolda Metro Jaya.
Aksi doa bersama lintas agama di Sidoarjo itu berjalan damai. Ratusan lilin yang menyala menemani lantunan doa, sementara peserta meninggalkan lokasi dengan penuh harapan agar keadilan ditegakkan dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (*)