KabarBaik.co, Sidoarjo – Nayla, seorang anak perempuan berusia 12 tahun asal Desa Durungbedug, Candi, Sidoarjo, mengalami kelainan fisik sejak usia tiga tahun. Berat badannya terus menyusut dan kondisinya kini memprihatinkan.
Perubahan itu bermula saat Nayla mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan diperbolehkan pulang.
“Setelah kejadian itu, kondisi Nayla perlahan berubah dan badannya semakin menyusut hingga seperti sekarang,” ujar Siti Khotimah, bibi kandungnya.
Selama hampir satu dekade, Nayla belum menerima bantuan layanan kesehatan dari Pemkab Sidoarjo. Namanya belum tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) sehingga akses bantuan terhambat.
Nayla juga ditelantarkan kedua orang tuanya yang telah menikah lagi. Kini ia dirawat oleh neneknya, Suparni.
Sang kakak, M. Andika Putra, turut menanggung beban keluarga. Ia terpaksa putus sekolah saat kelas II SMP karena keterbatasan ekonomi.
Kondisi ini membuat DPRD Sidoarjo turun tangan. Ketua dan anggota Komisi D mendatangi rumah Nayla untuk memastikan penanganan segera dilakukan, Rabu (11/2).
Ketua Komisi D, M. Dhamroni Chudlori, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil agar data Nayla segera dilengkapi.
“Administrasi kependudukan menjadi kunci utama agar Nayla bisa segera mendapatkan hak-haknya, termasuk akses layanan kesehatan dan bantuan sosial,” ujarnya,
Ia menegaskan pentingnya sinergi semua pihak. Kasus Nayla menjadi sorotan sekaligus pengingat.
“pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan instansi terkait agar tidak ada anak yang luput dari perhatian dan hak dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” tegasnya. (*)






