Misi Dagang Jatim-NTT Catat Rekor Tertinggi, Transaksi Tembus Rp 1,88 Triliun

oleh -248 Dilihat
IMG 20251107 WA0000
Selama ini, berbagai produk asal Jatim telah menjadi bagian penting dalam menunjang ketahanan pangan dan pengembangan usaha di NTT.

KabarBaik.co – Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) mencatat sejarah baru. Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kegiatan yang digelar di Hotel Aston Kupang, Kamis (6/11), berhasil menorehkan transaksi fantastis senilai Rp 1,88 triliun—tertinggi sepanjang pelaksanaan misi dagang Jatim.

Capaian tersebut menjadi puncak dari 46 perjalanan misi dagang yang telah dilakukan Pemprov Jatim. Total transaksi dari sepuluh provinsi yang disambangi sepanjang 2025 pun kini menembus Rp 10,77 triliun.

“Alhamdulillah, sampai pukul 17.00 WITA, transaksi tercatat mencapai Rp 1,882 triliun lebih. Ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah misi dagang kami,” ujar Khofifah dengan penuh syukur.

Dari total transaksi tersebut, nilai penjualan produk Jawa Timur mencapai Rp 1,727 triliun, disusul pembelian produk dari NTT sebesar Rp 102,18 miliar, serta komitmen investasi Rp 52,5 miliar.

Beragam produk unggulan menjadi komoditas primadona dalam forum dagang ini. Dari Jatim, antara lain kopi robusta, produk peternakan (telur, daging ayam, susu, olahan sapi dan ayam), beras, madu, pupuk, hingga mesin pengurai sabut kelapa.

Sementara itu, NTT menawarkan ikan tuna dan tuna loin, kelapa utuh, madu, serta rumput laut. Beberapa investasi juga mengalir dari Jatim ke NTT, seperti pengembangan kandang ayam layer dan broiler, serta peralatan dapur dan konsumsi.

Khofifah menyampaikan, hubungan dagang Jatim dan NTT selama ini terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Perdagangan Antarwilayah 2022, nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp 5,29 triliun. Dari jumlah itu, nilai bongkar (pembelian Jatim dari NTT) sebesar Rp 533 miliar, sedangkan nilai muat (penjualan Jatim ke NTT) mencapai Rp 4,76 triliun. Artinya, neraca perdagangan Jatim terhadap NTT surplus Rp 4,22 triliun.

Komoditas utama Jatim yang paling banyak dijual ke NTT mencakup beras (42,34 persen), makanan hewan (9,30 persen), mobil penumpang (7,78 persen), alat transportasi bermotor (5,06 persen), dan sepeda motor (2,5 persen). Sebaliknya, Jatim banyak membeli jagung, kopi hijau, buah berlemak, bahan anyaman, dan kakao dari NTT.

“Hubungan dagang antara Jawa Timur dan NTT tumbuh sangat baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin hubungan ini terus meningkat dan melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru yang siap naik kelas,” tegas Khofifah.

Khofifah juga menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor utama perekonomian nasional, dengan kontribusi 14,44 persen terhadap PDB Indonesia. Pada triwulan II-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen (year-on-year), lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,12 persen.

Sementara itu, nilai PDRB ADHB semester I-2025 tercatat Rp1.668,6 triliun, dengan surplus perdagangan Rp 120,61 triliun pada semester I-2025, setelah tahun sebelumnya menembus Rp 187,93 triliun.

“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik dengan berbagai provinsi mitra, termasuk NTT,” ujarnya.

Khofifah berharap, misi dagang ini dapat memperkuat jembatan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia, sekaligus memperluas pemerataan pertumbuhan.

“Pertemuan hari ini bukan sekadar misi dagang dan investasi. Dari Bumi Majapahit, kita ingin merajut keterhubungan budaya, persaudaraan, dan persatuan ke seluruh Nusantara. Konektivitas antara Indonesia barat dan timur harus terus dibangun. Lewat misi dagang seperti ini, kita bisa mewujudkan gerbang baru Nusantara,” katanya.

Wakil Gubernur NTT, Johni Oematan, mengapresiasi pelaksanaan misi dagang ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi ekonomi antarprovinsi dan memenuhi kebutuhan komoditas strategis di NTT.

Selama ini, berbagai produk asal Jatim seperti pakan ternak, beras, gandum, buah-buahan, kedelai, serta benih ikan lele dan bandeng, telah menjadi bagian penting dalam menunjang ketahanan pangan dan pengembangan usaha di NTT.

“Pasokan dari Jawa Timur sangat membantu masyarakat kami, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung budidaya perikanan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar ekonomi kedua daerah semakin maju dan saling menopang,” ungkap Johni.

Pelaku usaha asal Probolinggo, Nurul Khotimah dari UKM Hunay, turut merasakan manfaat langsung dari ajang ini. Menurutnya, misi dagang membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produk ke pasar luar daerah.

“Terima kasih kepada Ibu Khofifah. Melalui misi dagang ini, kami bisa bertemu langsung dengan pengusaha dari NTT dan menjalin kerja sama. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara 10 OPD dari kedua provinsi, serta MoU Kelompok Usaha Bersama (KUB) antara Bank Jatim dan Bank NTT. Selain itu, tiga asosiasi besar yakni Kadin, HIPMI, dan IWAPI juga menjalin kerja sama antarprovinsi.

Sebanyak 10 pelaku usaha dari Jatim dan NTT turut menandatangani komitmen transaksi dengan nilai besar. Di antaranya:

Asosiasi Pelaku Usaha Produk Peternakan Jatim (Surabaya) menjual 18.257 ton telur, 1.408 ton susu, 13.654 ton daging ayam, dan 2.960 ton olahan daging sapi dan ayam, serta 5,1 juta ekor anak ayam kepada Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan NTT (Kupang).

CV Wahana Sejahtera Foods (Jombang) menjual 4.320 ton daging ayam beku kepada CV Jaya Bersama (Kupang).

Poktan Sumbu Latin X (Doa Coffee) Bondowoso menjual 720 ton kopi kepada Koperasi MPIG Arabika Flores Bajawa (Ngada).

RUM Seafood Group (Sidoarjo) membeli 576 ton tuna loin dari PT Fajar Flores Flamboyan Fishindo (Sikka).

UD Dunia Lebah (Malang) menjual 480.000 botol madu fermentasi kepada Sinode GMIT Kupang.

Selain itu, CV Djadi Djaya (Malang) menanamkan investasi kandang layer dan broiler berkapasitas 200.000 ekor bersama PT Beruat Jaya (Kupang).

Transaksi lainnya juga dilakukan oleh CV Mima (Surabaya), PT Dimas Bimario (Blitar), PT Aneka Tuna Indonesia (Pasuruan), dan PT Sutraco Nusantara Megah (Gresik).

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.