KabarBaik.co – Duel panas derbi bertetangga Suramadu di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1) malam, pukul 19.00 WIB, menjadi ujian krusial bagi Persebaya Surabaya. Tanpa kehadiran penonton di tribun, laga ini akan murni menjadi adu mekanik taktik di lapangan hijau. Di antara sorotan utama laga itu juga tertuju pada deretan pilar Green Force yang musim lalu merupakan “nyawa” bagi Laskar Sape Kerrab, julukan Madura United.
Seperti pertandingan sebelumnya, Persebaya membutuhkan Francisco Rivera dan Malik Risaldi sebagai motor utama. Sebagai eks penggawa Madura United yang membawa tim tersebut hingga ke final Championship Series pada musim kompetisi sebelumnya, Rivera dan Malik tentu mengetahui setiap jengkal rumput dan karakter permainan tuan rumah.
Terlebih, masih ditambah lagi dengan kembalinya Koko Ari Araya di posisi bek kanan, Ini tentu menjadi keuntungan besar bagi Bajol Ijo. Setidaknya, mereka memiliki intelijen lapangan yang lengkap untuk mematikan pergerakan sayap cepat Madura United.
Namun, dalam laga ini Toni Firmansyah harus absen. Skuad Timnas muda itu kena skorsing larangan bermain sekali karena akumulasi kartu kuning. Hal ini memaksa lini tengah bermain lebih pragmatis. Rachmat Irianto dapat mengemban tugas berat sebagai double pivot bersama Miloš Raickovic untuk memberikan kemerdekaan penuh bagi Francisco Rivera dalam merancang serangan. Di lini depan, Diego Maurício akan menjadi tembok pemantul bagi Bruno Moreira yang kerap melakukan tusukan mematikan dari sisi kiri.
Tanpa Toni Firmansyah itu, nama Mikael Tata di bek kiri bisa menjadi satu opsi. Dia dapat memberikan stabilitas defensif untuk meredam kecepatan sayap Madura United, sementara Rachmat Irianto akan berperan sebagai destroyer guna memutus aliran bola lawan sebelum menyentuh duet menara Mitrevski-Lelis.
Pilihan memasukkan Mikael Tata dibandingkan pemain muda seperti Sadida Nugraha memiliki rasionalisasi taktis yang kuat. Terutama melihat karakteristik lawan dan urgensi laga Derbi Suramadu ini. Pertama, Madura United memiliki penyerang sayap yang sangat eksplosif, terutama Lulinha. Nah, Mikael Tata adalah bek yang memiliki atribut bertahan lebih solid dan disiplin dalam posisi (positioning).
Dalam laga tandang yang diprediksi ketat, tim pelatih biasanya lebih memprioritaskan “safety first” di lini belakang untuk meredam counter-attack lawan.
Kedua, meskipun laga ini tanpa penonton, tekanan Derbi Suramadu tetap tinggi secara psikologis. Mikael Tata sudah memiliki menit bermain yang lebih teruji di kompetisi kasta tertinggi. Untuk laga sebesar ini, menurunkan pemain yang sudah “merasakan atmosfer” liga lebih minim risiko dibanding menurunkan pemain yang terlalu hijau sejak menit pertama.
Ketiga, peran Sadida Nugraha sebagai “game changer”. Mengapa bukan Sadida yang menggantikan Toni Firmansyah, bukan karena dia kurang baik, melainkan karena potensinya lebih efektif sebagai Super Sub. Sadida memiliki kecepatan dan determinasi tinggi. Memasukkannya di menit ke-60 atau ke-70 saat bek lawan mulai kelelahan, sepertinya akan jauh lebih mematikan.
Jika Persebaya dalam kondisi tertinggal atau butuh daya gedor lebih dari sisi sayap, Sadida bisa menjadi opsi pertama yang diharapkan mampun mengubah arah pertandingan, seperti peran yang sering dijalankan Toni Firmansyah sebelumnya.
Selain itu, absennya Toni Firmansyah di tengah, Persebaya kehilangan satu pemain yang rajin turun menjemput bola. Hal ini memaksa bek sayap untuk tidak terlalu overlap ke depan agar tidak meninggalkan lubang. Nah, Mikael Tata lebih cocok dengan instruksi ini dibandingkan pemain muda yang cenderung agresif menyerang.
Dominasi dan Efektivitas
Persebaya akan memanfaatkan kecepatan Malik Risaldi untuk mengeksploitasi lini belakang Madura United yang sering terlambat turun saat kehilangan bola. Mikael Tata dipasang untuk menjaga kedalaman. Fokus utamanya adalah menjaga agar sisi kiri tidak tembus oleh overlap bek sayap Madura, mengingat Persebaya kehilangan satu gelandang penjelajah dalam diri Toni Firmansyah.
Kehadiran Leo Lelis dan Risto Mitrevski, skema tendangan sudut atau bebas yang dilepaskan Rivera akan menjadi ancaman serius bagi gawang tuan rumah. Jika skor masih buntu hingga menit ke-70, Persebaya masih memiliki Gali Freitas (22) dan M. Ichsas Baihaqi (81) yang siap memberikan kejutan dengan stamina segar mereka.
Dan, seperti banyak diberitakan, secara head-to-head, Persebaya sangat superior dengan mengantongi 3 kemenangan dari 5 pertemuan terakhir. Kondisi Madura United yang pincang tanpa Iran Junior di lini tengah membuat Persebaya lebih diunggulkan. Karena itu, banyak kalangan memprediksi skor utama: Madura United 1 – 2 Persebaya Surabaya.
Bahkan, jika sukses bermain efektif dan smart seperti saat melawan Persijap Jepara lalu, Bruno Moreira dkk berpeluang melibas Madura United dengan skor lebih dari 2 gol. Sebaliknya, keselahan kecil Persebaya, bisa berujung membalik keadaan.
Prediksi Starting XI Persebaya (4-3-3)
- Kiper: Ernando Ari (21)
- Belakang: Koko Ari Araya (33), Risto Mitrevski (5), Léo Lelis (24), Mikael Tata (15).
- Tengah: Rachmat Irianto (53), Miloš Raičković (88), Francisco Rivera (7).
- Depan: Malik Risaldi (77), Diego Maurício (99), Bruno Moreira (10).






