KabarBaik.co – GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Medan, Minggu (18/1), menjadi panggung lahirnya sebuah pernyataan tegas bahwa Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kian dekat dengan takdir juara. Bahkan, terbilang layak juara, andai terus konsisten dan menjaga mentalitasnya.
Dalam laga lanjutan Proliga 2026 seri Medan, tim asal Kota Pudak itu menumbangkan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dengan skor 3-1. Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar tiga poin. Laga ini menjadi bukti bahwa Gresik Phonska Plus kini telah matang secara mental, siap menuntaskan penantian panjang setelah enam kali hanya puas menjadi runner-up. Sudah waktunya tropi Proliga pulang ke Jawa Timur.
Pertandingan yang sejak awal dibumbui aroma reuni Megawati Hangestri, justru menjelma menjadi panggung kolektivitas Gresik Phonska Plus. Bukan satu nama yang bersinar, melainkan kerja tim yang rapi, disiplin, dan efisien. Sesuatu yang kerap hilang di musim-musim sebelumnya.
Set pertama berjalan ketat. Namun perlahan, Gresik Phonska Plus mulai memegang kendali permainan. Oleksandra Bytsenko tampil solid dan minim kesalahan sendiri, menjadi jangkar serangan yang stabil. Momentum semakin berpihak pada Gresik Phonska Plus saat Bela Sabrina mencetak service ace yang membawa timnya unggul jauh 16-8.
JPE mencoba bangkit. Dipimpin Megatron, julukan Megawati Hangestri, JPE perlahan memangkas jarak dengan mengumpulkan poin-poin kecil hingga skor mendekat 15-20. Sayangnya, kebangkitan itu terhenti. Gresik Phonska Plus kembali tancap gas di poin-poin akhir dan menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan 25-17.
Set kedua kembali berlangsung sengit. Kedua tim saling kejar poin sejak awal. Bela Sabrina kembali menunjukkan ketajaman servisnya dengan mencatatkan ace, yang menjadi ace keempatnya hingga pekan kedua Proliga, dan sempat membawa Phonska unggul tipis 13-12.
Namun, di paruh akhir set, JPE tampil lebih rapi. Asih Titi, Megawati, dan Tisya Amallya Putri bermain solid, memanfaatkan beberapa miskomunikasi di kubu Gresik Phonska Plus. JPE berhasil mengunci set kedua dengan skor 25-23, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Baca Juga: Empat S dalam Hidup Daconi Khotob, Nahkoda Baru PT Petrokimia Gresik
Memasuki set ketiga, arah pertandingan berubah drastis. Permainan JPE mulai mengendur, sementara Gresik Phonska langsung tancap gas sejak awal. Mediol Yoku dan rekan-rekannya unggul jauh 13-6, memanfaatkan melemahnya pertahanan JPE. Dengan distribusi serangan yang merata dan tempo permainan yang terjaga, Gresik Phonska Plus tampil lebih leluasa. Set ketiga pun menjadi milik tim Jawa Timur tersebut dengan skor 25-18, membuatnya kembali unggul 2-1.
Set keempat kembali menyajikan duel ketat. Kedua tim sempat saling salip angka hingga skor 13-12. Namun, kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan JPE mulai sering muncul. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Gresik Phonska Plus yang menyamakan kedudukan 16-16, lalu mengambil alih momentum sepenuhnya.
Di fase akhir set, permainan JPE tak kunjung berkembang. Sebaliknya, Gresik Phonska Plus tampil lebih tenang dan efektif dalam penyelesaian poin. Hingga akhirnya, Gresik Phonska Plus mengunci set keempat dengan skor 25-20, sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Baca Juga: Alessandro Lodi: Sang Arsitek Global di Balik Ambisi Takhta Gresik Petrokimia
Begitu peluit kemenangan berbunyi, sang pelatih Alessandro Lodi langsung berlari kegirangan. Para skuad Gresik Phonska Plus saling berpelukan. Riang. Kemenangan atas juara bertahan ini menjadi kekalahan perdana JPE di Proliga 2026. Sementara bagi Gresik Phonska Plus, hasil ini mengukuhkannya di puncak klasemen sementara, tetap tak terkalahkan dalam tiga pertandingan. Poin sempurna, 9.
Lebih dari itu, kemenangan tersebut terasa sebagai penanda perubahan besar. Jika di musim-musim lalu Gresik Phonska Plus kerap goyah di laga besar, kini justru tekanan menjadi kekuatan. Mereka menang bukan karena satu bintang, melainkan karena kolektivitas, disiplin, dan ketenangan.
Proliga 2026 memang masih panjang. Namun di Medan, satu pesan sepertinya telah disampaikan dengan jelas. Bahwa, Gresik Phonska Plus tak lagi sekadar penantang. Mereka sedang berjalan menuju mahkota juara. (*)







