KabarBaik.co, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim dan PT Jasa Raharja kembali memberangkatkan peserta program mudik gratis Lebaran dari halaman Kantor Dishub Jatim, sebagai upaya memberikan layanan transportasi aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran.
Direktur Sumber Daya Manusia, Umum dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, Rubi Handojo, mengatakan bahwa program mudik gratis merupakan wujud nyata pelayanan kepada masyarakat yang terus diperkuat setiap tahun.
“Secara nasional, tahun ini kami menargetkan 104 ribu penumpang, namun realisasinya bisa mencapai 116 ribu penumpang melalui moda bus dan kereta api,” ujarnya ditemui di sela-sela acara mudik gratis, Kamis (19/3).
Khusus di Jawa Timur, Jasa Raharja turut berkontribusi dengan menyediakan 25 armada bus dari total lebih dari 100 kendaraan yang diberangkatkan. Program ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur bersama Dishub Jatim.
Tak hanya fokus pada transportasi, Jasa Raharja juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan selama periode Lebaran dengan target zero pending klaim bagi korban kecelakaan.
“Selama periode Lebaran, kami menargetkan tidak ada penundaan klaim. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana angka kecelakaan bisa terus ditekan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Polda Jatim dan Dishub, termasuk pendirian empat pos pelayanan terpadu di sejumlah titik strategis, seperti Karanglo (Malang), Madiun, Ngawi, dan wilayah Besuki.
Di pos tersebut, pemudik dapat memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tempat istirahat, hingga bengkel gratis untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Adapun tujuan mudik gratis tahun ini mencakup sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Pacitan, Ngawi, hingga Banyuwangi. Selain penumpang, pemerintah juga memfasilitasi pengangkutan sepeda motor guna mendukung mobilitas pemudik di daerah tujuan.
“Kami berharap kolaborasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat agar bisa mudik dengan aman dan nyaman, serta berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” tambahnya.
Jasa Raharja juga memastikan kesiapsiagaan layanan selama 24 jam melalui posko yang telah beroperasi sejak 13 Maret dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2026, guna mengantisipasi arus mudik dan balik.
Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis, Alimatun Nafiah, 31 tahun, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia bersama suami dan tiga anaknya mengikuti mudik gratis menuju Madiun dan Ponorogo.
“Alhamdulillah ini pertama kalinya ikut mudik gratis bersama keluarga besar. Sangat membantu, apalagi kami membawa tiga anak yang masih kecil,” ungkapnya.
Perempuan asal Bogor itu mengaku biasanya mudik hanya bersama orang tua. Namun kali ini, setelah berkeluarga, program mudik gratis menjadi solusi untuk menghemat biaya perjalanan.
“Senang sekali bisa berkumpul dengan keluarga di kampung tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak rutenya,” katanya.
Program mudik gratis ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan.








