Museum Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi Simbol Memorial Khusus bagi Keluarga Korban

oleh -17 Dilihat
IMG 20260301 WA0024
Bupati Malang, Kapolresta Malang Kota, Ketua DPRD Kabupaten Malang serta keluarga korban saat di depan Monumen Tragedi Kanjuruhan. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kabupaten Malang bersama keluarga korban terus mematangkan rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Museum tersebut diproyeksikan menjadi simbol memorial khusus bagi keluarga korban tragedi sepak bola yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

Pembahasan kelanjutan rencana tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Bupati Malang, H.M. Sanusi dengan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Malang dan perwakilan keluarga korban di area Gate 13 stadion, Sabtu (28/2).

Dalam kesempatan tersebut, Sanusi menyampaikan bahwa kehadiran museum dan monumen di lokasi tersebut diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga korban yang membutuhkan ruang untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarganya.

“Di area Gate 13 ini akan disiapkan museum sekaligus tempat bagi keluarga korban untuk berdoa. Kami bersyukur keluarga korban sejak awal mendukung renovasi stadion hingga rencana pembangunan monumen dan museum ini,” ujar Sanusi.

Karena kawasan Gate 13 ditetapkan sebagai area memorial yang tidak diperbolehkan adanya aktivitas jual beli, Pemerintah Kabupaten Malang juga menyiapkan fasilitas food court di area lain stadion. Tempat tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai unit usaha UMKM bagi keluarga korban.

Sementara itu, Sabtu (1/3), Kombes Pol Putu Kholis Aryana yang saat terjadinya tragedi Kanjuruhan menjabat sebagai Kapolres Malang, menjelaskan bahwa museum akan diisi dengan berbagai benda yang memiliki nilai sejarah terkait tragedi tersebut.

Barang-barang itu, lanjut dia, merupakan milik para korban yang ditemukan di lokasi kejadian dan akan dilengkapi dengan identitas masing-masing pemiliknya. “Di dalam museum nanti akan ada backdrop berisi nama dan foto 135 korban meninggal dunia. Juga ada Wall of Fame bertuliskan ‘Selamat Jalan Pahlawan Arema’ sebagai penghormatan kepada para korban,” jelasnya.

Selain itu, museum juga akan menampilkan etalase berisi barang-barang pribadi milik korban seperti kaos, sepatu, dan syal yang disertai penjelasan mengenai pemiliknya. Pengunjung juga dapat melihat diorama serta foto dokumentasi yang menggambarkan peristiwa tragis yang terjadi pada malam pertandingan di stadion tersebut.

Menurut Putu, rencana pembangunan museum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara pemerintah daerah, kepolisian, dan keluarga korban yang pernah digelar pada 28 Mei 2024 di Mapolres Malang. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Gate 13 akan menjadi lokasi monumen dan museum sebagai simbol memorial bagi para korban.

“Pengelolaan museum nantinya tetap menjadi bagian dari pengelolaan Stadion Kanjuruhan yang berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang. Namun pemanfaatannya diprioritaskan untuk kepentingan keluarga korban,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menewaskan 131 orang, termasuk 33 anak-anak. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dalam sejarah sepak bola dunia.
Kehadiran museum di Gate 13 diharapkan tidak hanya menjadi ruang memorial bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi publik agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.