Napak Tilas Sejarah Berdirinya NU, Begini Perjalanan Panjang Ribuan Jamaah untuk Tiba di Tebuireng Jombang

oleh -163 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 05 at 09.11.15
Ribuan jamaah napak tilas tiba di Pesantren Tebuireng, Jombang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Ribuan jamaah peserta Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/1). Meski diguyur hujan, semangat para peserta tak surut untuk menuntaskan perjalanan panjang sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya NU.

Napak tilas ini dimulai sejak pagi hari dari Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura. Para peserta berjalan kaki sejauh sekitar 16 kilometer menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang ke Surabaya menggunakan perahu dan kapal feri.

Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jombang dengan bus dan kereta api. Setibanya di Alun-alun Jombang, peserta kembali berjalan kaki sekitar enam kilometer hingga mencapai Pesantren Tebuireng.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026), sekaligus meneladani perjuangan para pendiri atau muassis NU.

Dalam rangkaian napak tilas ini, turut dikirab replika tongkat dan tasbih milik Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Kirab dimulai dari Bangkalan hingga Jombang dan dibawa langsung oleh KH Azaim Ibrohimi, cucu KH As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Replika tersebut kemudian diserahkan kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Kirab ini menggambarkan perjalanan KH As’ad Syamsul Arifin saat menyampaikan isyarah dari Syaichona KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari, yang menjadi salah satu cikal bakal berdirinya NU.

Salah satu peserta, Yeyed (41) asal Situbondo, mengatakan hujan dan perjalanan jauh tidak menyurutkan niat para jamaah. “Ini napak tilas isyarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Kami berangkat sejak pukul enam pagi dan berjalan kaki sampai Pelabuhan Kamal,” ujarnya.

Menurut Yeyed, rombongan dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo diikuti lebih dari seribu peserta. Ia mengaku termotivasi oleh kecintaan terhadap NU dan para guru. “Harapannya NU semakin jaya dan semakin kompak,” kata dia.

Peserta lainnya, Ahmad Fauzi (26), juga dari Situbondo, mengaku telah menempuh jarak sekitar 24 kilometer dengan berjalan kaki. “Dari Bangkalan jalan kaki ke Pelabuhan Kamal, naik kapal ke Surabaya, lalu bus ke Jombang, dan dari alun-alun jalan kaki lagi sampai Tebuireng,” tuturnya.

Ia mengatakan perjalanan tersebut tidak terasa melelahkan karena dilandasi semangat meneladani perjuangan para pendahulu NU.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyambut baik kegiatan napak tilas tersebut. Ia berharap kegiatan ini membawa berkah, tidak hanya bagi warga NU, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. “Mudah-mudahan menjadi berkah besar bagi kita semua, khususnya warga Nahdlatul Ulama dan lebih luas lagi bagi bangsa Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Sementara itu, Gus Kikin menilai napak tilas ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan satu abad NU sekaligus merawat nilai-nilai yang diwariskan para muassis. “Pesan-pesan dari para pendiri NU harus terus kita sesuaikan dengan perkembangan zaman agar NU tetap menjadi wadah umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan ukhuwah di tengah besarnya NU saat ini. “NU dengan warga lebih dari 100 juta tentu memiliki dinamika. Tetapi kebersamaan seperti ini menegaskan bahwa persatuan dan ukhuwah harus terus dijaga,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.