Nasib Pilu 3 Anak di Sidoarjo, Ikut Kakek-Nenek hingga Putus Sekolah

oleh -250 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 13 at 2.24.11 PM
Jauri sang kakek didampingi sang cucu dan nenek (ist)

KabarBaik.co – Tiga anak bernama Muhammad Fariz Aditiyan, 11, Gendis Putri Ayu Kurniawan, 7, dan Fatiyah, 3, kini harus menjalani hidup serba kekurangan setelah ditinggal orang tua. Akibat persoalan keluarga dan himpitan ekonomi, ketiganya akhirnya ikut dan diasuh oleh kakek dan neneknya di Desa Tenggulunan, Candi, Sidoarjo.

Kepala Desa Tenggulunan Akhmad Idom Maun mengungkapkan kronologi anak-anak tersebut hingga akhirnya tinggal bersama kakek-neneknya. Menurut Idom, kondisi itu bermula dari permasalahan rumah tangga orang tua ketiga anak tersebut yang tak kunjung menemukan solusi.

“Awalnya anak-anak ini tinggal bersama orang tuanya di Desa Jumputrejo. Namun karena persoalan keluarga dan ekonomi, ibunya pergi tanpa kabar, sedangkan ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu,” ujar Idom.

Karena kondisi tersebut, lanjut Akhmad, sejak sekitar satu tahun terakhir, ketiga anak itu kemudian dibawa dan dititipkan kepada kakek dan nenek dari pihak ayah, yakni Jauri, 63, dan Sumarsih, 60, yang tinggal di Dusun Maju, Desa Tenggulunan.

“Sejak itu anak-anak ikut kakek-neneknya. Secara kemampuan ekonomi jelas sangat terbatas, karena kakeknya sudah tidak bisa bekerja dan neneknya hanya buruh rumah tangga,” jelasnya.

Keterbatasan ekonomi keluarga pengasuh berdampak langsung pada pendidikan anak-anak. Muhammad Fariz Aditiyan yang seharusnya duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah terpaksa putus sekolah sejak kelas 4. Sementara Gendis Putri Ayu Kurniawan yang mestinya masuk kelas 1 SD, berhenti sekolah sejak masih di taman kanak-kanak. Sedangkan Fatiyah masih berusia tiga tahun dan belum mengenyam pendidikan formal.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Tenggulunan langsung turun tangan. Akhmad menyebut pihak desa telah menjenguk keluarga tersebut dan tengah menyiapkan langkah pendampingan, terutama terkait administrasi kependudukan dan akses pendidikan.

“Iya, Senin (12/01) kemarin kami menjenguk langsung. Fokus kami sekarang bagaimana anak-anak ini bisa kembali sekolah dan mendapatkan hak-haknya,” tegasnya.

Ia menambahkan keluarga kakek-nenek tersebut sebelumnya telah menerima sejumlah bantuan pemerintah seperti BPNT, BPJS Kesehatan, dan program bedah rumah. Namun sejak harus mengasuh cucu-cucunya, beban hidup keluarga semakin berat dan membutuhkan perhatian lanjutan.

“Kami akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada solusi jangka panjang,” pungkas Akhmad. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.