Nasional Hospital Luncurkan Spine Center, Hadirkan Layanan Tulang Belakang Modern Berbasis Minimal Invasif

oleh -316 Dilihat
IMG 20251213 WA0018
Koordinator Spine Center Nasional Hospital, dr. Larona Hydravianto, SpOT (K) Spine.

KabarBaik.co – Nasional Hospital Surabaya menandai usia ke-13 tahun dengan langkah strategis di bidang layanan kesehatan, khususnya penanganan tulang belakang. Pada Jumat (12/12), rumah sakit ini resmi meluncurkan Spine Center, sebuah pusat layanan terpadu yang menghadirkan teknologi modern dan pendekatan minimal invasif untuk menangani berbagai gangguan tulang belakang.

Peluncuran Spine Center ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Nasional Hospital yang ke-13. Kehadirannya diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan tulang belakang yang komprehensif, aman, dan berorientasi pada pemulihan cepat pasien.

Koordinator Spine Center Nasional Hospital, dr. Larona Hydravianto, SpOT (K) Spine, menjelaskan bahwa Spine Center dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi, mulai dari pemeriksaan klinis, pemeriksaan penunjang, hingga tindakan operasi dengan teknologi mutakhir.

“Seluruh proses, dari pemeriksaan hingga penanganan lanjutan, bisa dilakukan di satu tempat. Kami menggunakan teknologi modern dan pendekatan yang komprehensif. Bila pasien memerlukan operasi, kami juga menanganinya dengan teknik-teknik operasi tulang belakang terkini,” ujar dr. Larona.

Salah satu keunggulan utama Spine Center Nasional Hospital adalah penerapan teknik minimal invasif. Pendekatan ini memungkinkan tindakan operasi dilakukan dengan sayatan yang sangat kecil, sehingga nyeri pascaoperasi dapat diminimalkan dan proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

“Minimal invasif artinya kami melakukan operasi dengan irisan luka yang kecil, nyeri pascaoperasi minimal, dan pasien bisa menjalani fast recovery. Bahkan, dalam beberapa kasus, pasien sudah bisa pulang dua hari setelah operasi dan kembali beraktivitas dalam waktu singkat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, operasi tulang belakang di Spine Center Nasional Hospital menggunakan bantuan kamera dan monitor beresolusi tinggi. Sayatan yang dibuat hanya sekitar 7–8 milimeter, sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan seminimal mungkin.

Teknologi ini menjadi pembeda dibandingkan metode bedah konvensional atau bedah terbuka. Menurut dr. Larona, metode lama kerap menimbulkan perdarahan yang lebih banyak, nyeri pascaoperasi berkepanjangan, serta masa rawat inap yang lebih lama.

“Pada teknik konvensional, pasien biasanya harus bedrest lama, nyeri bisa berlangsung berhari-hari bahkan hingga satu minggu, dan waktu rawat inap lebih panjang. Dengan teknik yang sekarang, rata-rata pasien bisa pulang pada hari kedua pascaoperasi,” katanya.

Spine Center Nasional Hospital juga menangani berbagai kasus kompleks tulang belakang, mulai dari saraf terjepit, gangguan degeneratif, hingga kelainan bentuk tulang belakang seperti skoliosis.

Tim medis mampu melakukan tindakan dekompresi saraf, stabilisasi tulang belakang, hingga operasi koreksi deformitas dan rekonstruksi tulang belakang.

“Untuk kasus kelainan bentuk seperti skoliosis, kami bisa melakukan operasi koreksi dan rekonstruksi untuk meluruskan tulang belakang. Tentu hasilnya tergantung tingkat keparahan, tetapi secara umum kami mampu menangani berbagai tingkat kasus,” ujar dr. Larona.

Durasi operasi pun relatif efisien. Untuk kasus tertentu, tindakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 3 jam, sementara kasus yang lebih kompleks membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam. Masa pemulihan pasien pun tergolong singkat, dengan rata-rata rawat inap sekitar 5 hari, bahkan bisa lebih cepat untuk kasus ringan.

Lebih jauh, dr. Larona menegaskan bahwa Spine Center Nasional Hospital didukung oleh tim dokter spesialis tulang belakang yang berpengalaman dan terlatih, serta secara aktif mengadopsi perkembangan teknik terbaru yang diterapkan di tingkat global.

“Kami adalah dokter-dokter spine yang sudah berpengalaman panjang di bidang ini. Kami terus mengikuti dan mengadopsi teknik-teknik terbaru yang berkembang di dunia, agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” katanya.

Peluncuran Spine Center ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Nasional Hospital dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan gangguan tulang belakang yang kian banyak dialami akibat gaya hidup modern, aktivitas kerja, dan faktor usia.

Dengan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia yang mumpuni, Spine Center Nasional Hospital diharapkan menjadi rujukan layanan tulang belakang yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga pada kualitas hidup dan pemulihan optimal pasien.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.