Nataru di Tengah Cuaca Ekstrem, Ini Panduan Wisata Aman dan Nyaman ala Pakar Unair

oleh -320 Dilihat
IMG 20251214 WA0001
Ilustrasi wisata di kawasan pantai

KabarBaik.co – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap menjadi momen favorit masyarakat untuk bepergian dan berwisata. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi membuat perjalanan wisata pada libur Nataru 2026 menyimpan risiko jika tidak dipersiapkan dengan matang.

Menyikapi situasi tersebut, pakar pariwisata Universitas Airlangga (Unair), Novianto Edi Suharno, membagikan sejumlah panduan agar perjalanan wisata selama libur Nataru tetap aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Menurut Novianto, kunci utama keselamatan perjalanan di tengah cuaca yang tidak menentu adalah perencanaan yang cermat dan berbasis informasi. Ia mengimbau calon wisatawan untuk rutin memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama di wilayah tujuan wisata.

“Informasi cuaca harus menjadi pertimbangan utama sebelum berangkat. Jangan hanya berpatokan pada rencana awal tanpa melihat kondisi terbaru,” ujarnya, Sabtu (13/12).

Selain cuaca, pemilihan moda transportasi juga tak kalah penting. Novianto menyarankan wisatawan memilih transportasi yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi destinasi.

“Kereta api bisa menjadi pilihan yang relatif aman. Jika menggunakan kendaraan pribadi, sesuaikan jenis kendaraan dengan tujuan. Ke daerah pegunungan, misalnya, jangan menggunakan sedan,” jelasnya.

Dari sisi akomodasi, Novianto mengingatkan wisatawan untuk lebih selektif dalam memilih tempat menginap. Ia menyarankan hotel atau penginapan yang memiliki kebijakan pembatalan dan pengembalian dana (refund) yang fleksibel.

“Cuaca sekarang sulit diprediksi. Last-minute booking bisa menjadi opsi, ketika kondisi cuaca sudah lebih jelas,” katanya.

Dalam menentukan tujuan wisata, Novianto juga menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan destinasi wisata indoor. Museum, pusat perbelanjaan, galeri seni, hingga pertunjukan di dalam gedung dinilai lebih aman dari dampak cuaca ekstrem.

Sementara bagi wisatawan yang tetap ingin menikmati wisata alam, ia menekankan pentingnya memilih lokasi yang memiliki manajemen konservasi yang baik, jalur evakuasi yang jelas, serta sistem peringatan dini bencana.

Tak hanya itu, Novianto juga memberikan panduan bagi wisatawan yang terlanjur berada di lokasi wisata ketika cuaca ekstrem terjadi.

“Pahami titik evakuasi dan patuhi arahan pengelola. Jika kondisi tidak memungkinkan, hentikan aktivitas. Contohnya di gunung, ketika terjadi badai, protokol utamanya adalah menghentikan pendakian,” tegasnya.

Novianto mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri dan selalu menyesuaikan rencana dengan kondisi terkini. “Jangan memaksakan aktivitas outdoor hanya karena pengalaman sebelumnya.

Alam itu tidak bisa diprediksi. Kita perlu meningkatkan literasi cuaca dan membangun komunikasi yang aktif dengan pengelola destinasi,” pungkasnya.

Dengan perencanaan yang matang dan sikap yang adaptif, libur Nataru 2026 tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.