Ngabuburit di Pasar Takjil TKBJ Kota Malang, Suasananya Lebih Kondusif Ramadan Tahun Ini

oleh -984 Dilihat
WhatsApp Image 2025 03 06 at 16.32.04
Pasar takjil TKBJ pada Ramadan ini. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pasar takjil Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) di Kota Malang pada tahun ini berada di pinggir kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Pemindahan ke dalam area TKBJ untuk menghindari padatnya arus lalu lintas kawasan jalan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, pasar takjil di TKBJ kini lebih tertata dan terorganisir. Pengunjung yang datang diminta memarkir kendaraan di area TKBJ sebelum berjalan menuju deretan stan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan beragam menu takjil.

Salah satu pengunjung pasar TKBJ, Sandra, 21, mengatakan, selama kuliah di salah satu kampus di Kota Malang baru kali ini berburu takjil di pasar TKBJ. Sebelumnya dia malas datang ke tempat itu karena arus lalu lintas selalu padat, sehingga membuat konsumen yang berniat datang menjadi khawatir.

“Terus terang saya lebih nyaman tahun ini karena posisi pasar berada di dalam area Taman Budaya Jatim. Tahun lalu masih di pinggir jalan, agak takut karena banyak motor dan mobil yang lalu lalang,” kata Sandra di pasar TKBJ Kota Malang, Kamis (6/3).

Hal serupa juga dirasakan oleh Bimo, warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia datang sekitar pukul 16.00 WIB untuk berburu takjil favoritnya, yakni bubur sumsum yang menurutnya hanya bisa ditemukan di pasar takjil tersebut.

“Jadi kesukaanku ini ada yang jual minuman bubur sumsum, itu wajib. Karena sekarang pasarnya pindah ke dalam, saya sempat mencari-cari, tapi menurut saya lebih bagus. Tidak bercampur dengan kendaraan bermotor, jadi lebih aman,” ungkap Bimo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.