Ngalap Berkah Tradisi Kupatan, Warga Kepuh Bener Nganjuk Berebut Gunungan Ketupat

oleh -21 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 28 at 10.49.49 AM
Warga Desa Kepuh Bener berebut Gunungan Ketupat setelah diarak keliling desa (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Kupatan, tradisi Jawa yang menandai perayaan usai menjalankan puasa Syawal menghadirkan suasana meriah di Dusun Kepuh Bener, Desa Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk. Ratusan warga mengenakan pakaian adat Jawa ikut meramaikan acara yang diisi dengan kirab gunungan ketupat yang penuh makna.

“Tradisi kirab gunungan ketupat ini dilaksanakan pada Lebaran kedelapan, sebagai tanda perayaan usai menjalankan ibadah puasa Syawal,” papar Zuhal Ahmadi, tokoh masyarakat Dusun Kepuh Bener, Sabtu (28/3).

Sebelum kirab digelar, warga berkumpul di salah satu musala dusun untuk mengumpulkan ketupat beserta sayur dan lauk yang akan disusun menjadi gunungan. Panitia telah menyiapkan tiga gunungan ketupat yang kemudian dipikul dan diarak keliling dusun dengan antusias oleh warga yang ikut serta.

“Iya ini mendapatkan lima ketupat saat berebut tadi, mau saya bawa pulang, ya semoga ketupat ini menjadi berkah untuk keluarga saya,” ujar Rumdiyah, salah satu warga yang ikut dalam rebutan ketupat.

Rumdiyah mengaku telah kedua kalinya mengikuti kirab gunungan ketupat. Setelah acara rebutan berlangsung, sebagian warga langsung menikmati ketupat di lokasi, sementara yang lain memilih membawanya pulang sebagai simbol keberkahan untuk seluruh anggota keluarga.

Setelah kirab keliling dusun selesai, gunungan ketupat diserahkan kepada pengurus Masjid Al Huda desa setempat. Prosesi doa kemudian dilaksanakan, dengan harapan agar seluruh warga selalu diberikan keselamatan dan limpahan rejeki dari Sang Pencipta.

“Menurut saya, tradisi ini mengadopsi nilai-nilai dari tokoh agama Islam terdahulu. Kegiatan kirab tidak hanya untuk mempercantik perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kerukunan dan tali silaturahmi antar warga desa,” tambah Zuhal.

Acara yang digelar secara rutin setiap tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal di Desa Kepuh Bener masih tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan serta identitas budaya masyarakat setempat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.