Kabarbaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk menggelar Gerakan Kerja Bakti Serentak se-Kabupaten pada Rabu (18/2) mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan APEL Indonesia ASRI yang resmi dibuka oleh Bupati Nganjuk di kawasan Kedung Pedet, Kecamatan Kauman, pada Jumat (13/2) kemarin, dan kini digalakkan secara masif melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Gerakan kerja bakti serentak ini digelar dalam rangka mendukung instruksi Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) melalui penguatan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Selasa (17/2)
Marhaen menegaskan bahwa keberhasilan program Indonesia ASRI tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan kerja bakti serentak ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan, keamanan, dan keindahan adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat Nganjuk untuk turun langsung, bergotong royong dari lingkungan terkecil,” tegas Marhaen.
Ia menambahkan keterlibatan perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat umum menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program nasional tersebut di tingkat daerah.
“Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting agar gerakan ini tidak hanya sebentar, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pelaksanaan kerja bakti dilakukan serentak di lingkungan masing-masing, mulai dari pembersihan fasilitas umum, saluran air, jalan lingkungan, hingga area permukiman. Melalui gerakan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Setiap sudut lingkungan yang kita bersihkan adalah kontribusi nyata untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Mari kita buktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup kuat di Nganjuk,” pungkas Marhaen.
Dengan semangat gotong royong yang tinggi, Pemkab Nganjuk optimistis Gerakan Kerja Bakti Serentak mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)







