Nganjuk Siap Hadapi Era Baru dengan 4 Pilar Pembangunan Digital

oleh -97 Dilihat
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan arahan Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Renja 2027, Dinas Komunikasi dan Informatika di Ruang Rapat Dinas PUPR (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Komitmen Pemkab Nganjuk mempercepat transformasi digital kembali ditegaskan Bupati Marhaen Djumadi saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja 2027 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika di Ruang Rapat Dinas PUPR, Senin (9/2). Acara yang menghadirkan jajaran perangkat daerah tersebut menjadi wadah untuk menyusun fondasi pembangunan digital Nganjuk ke depan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing ekonomi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku masyarakat,” ujar Bupati Marhaen Djumadi dalam arahannya.

Dalam acara tersebut, Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk menetapkan empat pilar utama pembangunan digital sebagai fondasi Renja 2027, yakni Infrastruktur Digital, Pemerintah Digital, Masyarakat Digital, dan Ekonomi Digital. Keempat pilar tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan mengubah wajah Nganjuk menjadi daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pada pilar Infrastruktur Digital, Bupati menginstruksikan agar pembangunan jaringan fiber optik, Wi-Fi publik, dan CCTV dilakukan secara merata hingga ke desa-desa. Infrastruktur ini tidak hanya menjadi penunjang layanan publik, tetapi juga diperuntukkan untuk memperkuat Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN).

“CCTV dan jaringan ini bukan sekadar proyek. Ini kebutuhan untuk memberi kepastian, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, terutama di kawasan ekonomi,” tegasnya.

Kang Marhaen menginstruksikan terwujudnya birokrasi yang efisien melalui layanan berbasis digital. Identitas Kependudukan Digital (IKD), aplikasi Nganjuk Smart City, serta integrasi data lintas OPD menjadi fokus utama agar pelayanan publik dapat diakses dengan mudah.

“Masyarakat Nganjuk harus memiliki kebanggaan terhadap Nganjuk Smart City. Pembangunan infrastruktur tidak akan berarti apabila tata kelola pemerintahan masih dilakukan secara manual,” jelasnya.

Pada pilar Masyarakat Digital, upaya peningkatan literasi teknologi menjadi sorotan, salah satunya melalui program Tani Muda Digital. Program ini diharapkan mampu mengubah citra pertanian menjadi sektor yang modern dan diminati generasi muda.

“Kalau anak muda paham teknologi, pertanian juga harus mengikuti. Jangan sampai sawah ditinggal karena dianggap tidak menjanjikan,” ucap Kang Marhaen.

Untuk pilar Ekonomi Digital, Bupati mendorong pelaku usaha dan pasar tradisional untuk beradaptasi dengan sistem daring. Hal ini bertujuan agar UMKM dan pedagang tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen.

Marhaen juga menegaskan bahwa setiap program dalam Renja 2027 harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak bersifat administratif semata.

“Buatlah program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau pemerintah ingin tapi masyarakat tidak butuh, itu namanya manajemen ‘Joko Sembung’, enggak nyambung,” tandasnya.

Dengan empat pilar pembangunan digital tersebut, Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk menjadi daerah yang mampu bersaing di era digital, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya secara menyeluruh. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.