KabarBaik.co – Mayjen TNI (Purn) Agus Winarna tampak menikmati suasana Kota Gresik dengan cara yang sederhana namun sarat makna, Rabu (14/1). Bersama puluhan pecinta sepeda tua, ia mengikuti kegiatan gowes bareng Paguyuban Sepeda Kebo Gresik (Pasekgres) dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti).
Kegiatan gowes tersebut dimulai dari kawasan Gressmall dan berlanjut menyusuri sejumlah ruas jalan kota, termasuk kawasan bersejarah Bandar Grissee. Deretan sepeda onthel klasik yang dikayuh para peserta menarik perhatian warga, sekaligus menghadirkan nuansa nostalgia di tengah hiruk-pikuk kota industri.
Dalam kesempatan gowes itu, Agus juga bertemu dengan rekannya dari Kedutaan Australia yang sedang ada kegiatan di Surabaya dan menyempatkan datang ke Gresik. Yakni Scott Patrick, sesama anggota Ikatan Keluarga Alumni Pertahanan (IKAHAN).

Bagi Agus Winarna, gowes kali ini bukan sekadar olahraga. Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI ini mengaku merasakan kembali kenangan masa lalu saat pernah bertugas di Kota Pudak.
“Dulu saya pernah menjabat sebagai Dandim 0817/Gresik pada tahun 2005 hingga 2008, dan waktu itu saya diangkat menjadi Dewan Pembina Pasekgres. Hari ini saya benar-benar bernostalgia menikmati Kota Gresik dengan gowes bersama,” ujarnya.
Kehadiran purnawirawan jenderal TNI Agus Winarna disambut hangat oleh komunitas sepeda tua. Apalagi, Agus Winarna saat ini juga tercatat sebagai dewan pembina Pasekgres, sebuah paguyuban yang aktif melestarikan budaya bersepeda klasik di Gresik.
Menariknya, kegiatan gowes ini digelar secara spontan. Meski tanpa persiapan panjang, antusiasme peserta cukup tinggi. Sekitar 30 pesepeda onthel ikut meramaikan, sebagian besar menggunakan sepeda tua dengan beragam model dan usia puluhan tahun.

Alumnus Akademi Militer (Akmil) 1988 ini menegaskan bahwa komunitas sepeda tua memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Menurutnya, gowes bersama bukan hanya soal hobi atau menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga membawa misi yang lebih luas. “Kami membawa syiar budaya, syiar pariwisata, dan juga syiar pembangunan,” katanya.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap daerah terus ditanamkan. Gowes kebangsaan bersama Pasekgres dan Kosti menjadi simbol kebersamaan lintas usia, profesi, dan latar belakang, yang disatukan oleh semangat melestarikan budaya.(*)









