KabarBaik.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kanada, khususnya di bidang ekonomi hijau dan konektivitas udara. Salah satu poin krusial yang dibahas dalam penjajakan tersebut adalah pengembangan (seaplane) untuk mendukung aksesibilitas destinasi wisata di NTB.
Penjajakan kerja sama itu dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, yang berlangsung di Mataram, Sabtu (10/1).
Kunjungan resmi tersebut difokuskan pada penguatan pembangunan berkelanjutan serta penjajakan potensi investasi teknologi Kanada guna mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di NTB. Pertemuan ini juga menjadi respons atas permohonan resmi Pemerintah Kanada yang ingin mendalami peluang kolaborasi di sejumlah sektor unggulan daerah.
Dalam pemaparannya, Gubernur Iqbal yang didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agarthia, menegaskan bahwa NTB memiliki keunggulan komparatif di berbagai sektor strategis. “Mulai dari pariwisata, pertanian, hingga energi terbarukan, yang seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Gubernur Iqbal secara khusus menyoroti sektor pariwisata sebagai motor utama perekonomian daerah yang telah menyerap lebih dari 422 ribu tenaga kerja. Dengan dukungan 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, NTB kini fokus meningkatkan standar layanan bertaraf internasional, antara lain melalui sertifikasi CHSE pada ratusan unit usaha serta penguatan infrastruktur perhotelan di kawasan pariwisata seluas 32.808 hektare.
Dalam konteks tersebut, pengembangan transportasi seaplane dinilai strategis untuk membuka konektivitas antar destinasi wisata, khususnya wilayah pesisir dan kepulauan, sekaligus sejalan dengan prinsip ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan.
Kunjungan Menteri Sandeep Sarai ini menandai semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap kepemimpinan daerah dan potensi investasi di Nusa Tenggara Barat. Melalui kolaborasi dengan Kanada, Pemerintah Provinsi NTB berharap terwujudnya transfer teknologi serta dukungan pendanaan bagi proyek-proyek pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peluang kerja sama ini agar memberikan dampak jangka panjang bagi stabilitas ekonomi, konektivitas wilayah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Bumi Gora.(*)







