KabarBaik.co – Satpol PP Bojonegoro bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang meresahkan pengguna jalan di Desa Pacul, Bojonegoro.
Aduan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah video di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor dipukul menggunakan kayu oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Peristiwa itu memicu kekhawatiran warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bojonegoro, Budiono, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran ke lokasi setelah menerima laporan tersebut. Namun, saat petugas tiba di tempat kejadian, ODGJ yang dimaksud sudah tidak berada di lokasi.
“Berdasarkan keterangan warga setempat, yang bersangkutan merupakan warga Desa Pacul dan memang sering mengalami kekambuhan dengan perilaku yang tidak menentu,” ujar Budiono, Selasa (27/1).
Untuk memastikan penanganan berjalan tepat dan aman, Satpol PP Bojonegoro kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Bhabinkamtibmas Desa Pacul, tenaga kesehatan dari Puskesmas Wisma Indah, serta perangkat desa setempat.
“ODGJ tersebut sudah didatangi keluarganya dan diberikan pengarahan bersama pihak desa dan Bhabinkamtibmas. Saat ini yang bersangkutan dirawat oleh keluarganya sendiri dengan pengawasan,” jelasnya.
Selain itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Wisma Indah turut memberikan penanganan medis berupa pemberian obat penenang, serta melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kondisi ODGJ tetap stabil dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Budiono menegaskan penanganan ODGJ membutuhkan kerja sama lintas sektor dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan tanpa mengabaikan aspek ketertiban umum. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melaporkan kepada aparat atau pemerintah desa apabila menemukan kejadian serupa.
“Pendekatan yang kami lakukan bersifat persuasif dan humanis, dengan melibatkan keluarga serta tenaga kesehatan,” pungkasnya. (*)






