KabarBaik.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar media update dengan mengundang puluhan wartawan online, cetak, dan televisi yang dilakukan bertempat di Kebon Rodjoe pada Senin (16/12).
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengtakan berdasarkan catatan kinerja Industri Jasa Keuangan di wilayah kerja OJK Kediri posisi November 2024 tumbuh
stabil dengan menunjukkan kinerja positif didukung oleh likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan kredit di sektor Perbankan, tetapi juga dari peningkatan penyaluran pembiayaan di Perusahaan
Pembiayaan serta peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) di sektor Pasar Modal.
Selain itu, kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen terus diperkuat melalui beragam kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Ismirani juga menyebut bila sebagai upaya pelindungan konsumen, OJK Kediri menyediakan Layanan Konsumen berupa pemberian maupun penerimaan informasi, konsultasi, maupun pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan.
Tercatat, sampai dengan November 2024, OJK Kediri telah menerima permintaan layanan konsumen sebanyak 1.381
layanan yang meliputi 734 surat pengaduan, 554 permintaan konsultasi dan informasi melalui walk in, serta 93 melalui telepon.
Tiga besar topik pengaduan yang disampaikan antara lain perihal restrukturisasi/relaksasi kredit/pembiayaan (409 pengaduan), data SLIK (267 pengaduan), dan Take Over/Pengalihan Kredit/Pembiayaan (153 pengaduan).
“Berdasarkan klasifikasi industri, sebagian besar pengaduan yang diterima berasal dari konsumen sektor Perbankan (62,41 persen) dan sektor perusahaan pembiayaan (17,45 persen). Sampai dengan November 2024, OJK Kediri telah menerima dan menyelesaikan
permintaan SLIK sebanyak 7.991 layanan,” katanya. (*)








