KabarBaik.co, Blitar – Ancaman sarang tawon vespa di permukiman warga Kota Blitar meningkat dalam tiga bulan terakhir. Data dari UPT Pemadam Kebakaran mencatat, kasus rescue non-kebakaran justru lebih mendominasi dibanding insiden kebakaran.
Kepala UPT Damkar Kota Blitar Bayu Wijayanto, menyebutkan sejak Januari hingga Maret pihaknya menangani 146 kasus non-kebakaran. Mayoritas di antaranya berupa evakuasi sarang tawon vespa.
“Kasus yang paling banyak memang evakuasi sarang tawon. Hampir setiap hari ada laporan dari warga,” ujarnya, Minggu (12/4).
Fenomena ini dipicu perubahan musim. Saat musim hujan, tawon mulai membangun sarang. Memasuki musim panas, ukuran sarang membesar dan risiko serangan meningkat.
Tak hanya di pepohonan, sarang juga banyak ditemukan di area rumah warga. Kondisi ini membuat masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, Damkar mencatat kasus kebakaran dalam periode yang sama relatif kecil, yakni hanya 10 kejadian.
“Kalau menemukan sarang tawon yang berbahaya, sebaiknya segera lapor. Jangan ditangani sendiri karena risikonya tinggi,” pungkasnnya.(*)






