DPRD Sidoarjo Dukung Langkah Pemkab Berantas Prostitusi Terselubung

oleh -69 Dilihat
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Abud Asyrofi. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Abud Asyrofi. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Abud Asyrofi mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam razia penertiban prostitusi terselubung. Hal itu dinilai sebagai keseriusan pemerintah dalam merespons keresahan masyarakat.

Salah satunya razia di Krengseng, Krian yang dipimpin Wabup Sidoarjo Mimik Idayana pada Sabtu (11/7) malam. Meskipun razia itu diduga bocor dan berakhir tanpa menjaring satu pun pelaku.

Setelah gagal di Krengseng, petugas gabungan tidak berhenti begitu saja. Petugas langsung menyisir daerah Lebo dan berhasil mengamankan enam LC. Termasuk puluhan botol minuman keras (miras).

Dalam operasi itu, Abud Asyrofi turut mengikuti penyisiran bersama rombongan Wabup Sidoarjo. Kehadirannya bukan tanpa alasan. Abud merupakan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Balongbendo, Tarik, dan Krian.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut memilih turun langsung lantaran lokasi yang menjadi sasaran razia berada di Kecamatan Krian, salah satu wilayah dapilnya. Abud ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mengikuti penanganan persoalan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat di wilayah konstituennya.

Abud menilai langkah Mimik Idayana bersama jajaran Forkopimda patut diapresiasi. Terlebih, penertiban dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terhadap aktivitas prostitusi yang diduga telah berlangsung cukup lama.

“Kami tetap menyampaikan apresiasi untuk Forkopimda yang telah cepat bertindak merespons keluhan-keluhan dari masyarakat. Langkah ini sangat positif, bagus, dan merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya di Jabon. Kehadiran Forkopimda di sini membuktikan bahwa negara hadir,” ujarnya usai mengikuti razia di Krengseng.

Menurut Abud, penertiban penyakita masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Persoalan sosial hingga ancaman kesehatan masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu organisasi perangkat daerah.

“Ini menjadi atensi bersama. Kita tidak akan pernah bisa membangun atau menyelesaikan masalah ini hanya dengan satu OPD atau satu perangkat saja. Semua lini harus bisa bekerja sama secara positif. Menghadapi hal-hal seperti ini, kita butuh kerja sama dengan semua elemen yang ada. Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, semuanya harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Apalagi, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, aktivitas prostitusi terselubung di kawasan Krengseng disinyalir telah berjalan selama dua hingga tiga tahun. Lokasinya bahkan berada tidak jauh dari RSUD Sidoarjo Barat.

Abud berharap langkah yang telah dimulai Mimik Idayana terus berlanjut. Penertiban harus dilakukan secara berkelanjutan, dibarengi pembinaan serta evaluasi agar operasi berikutnya lebih efektif.

“Langkah kecil apa pun dari pemerintah daerah harus tetap kita apresiasi. Namun, harapan kita gerakan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Harus ada keberlanjutan dan perbaikan ke depan. Jadi bukan hanya sekadar hadir melakukan razia lalu selesai, tetapi harus ada pembinaan dan bimbingan yang berkelanjutan bagi mereka. Dan yang terpenting, evaluasi berkala tetap harus dilakukan,” pungkas Abud Asyrofi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.