Pembudi Daya Ikan Air Tawar di Blitar Diingatkan Soal Penurunan Debit Air saat Kemarau

oleh -156 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 07 at 2.42.47 PM
Pembudidaya ikan air tawar di Blitar (Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Musim kemarau yang mulai berlangsung membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengingatkan pembudi daya ikan air tawar untuk mengantisipasi penurunan debit air. Peternak diminta mulai menyiapkan sumber air cadangan agar produksi tidak terganggu ketika kemarau mencapai puncaknya.

Kepala Bidang Budidaya Ikan Disnakkan Kabupaten Blitar Deki Nusa Asmara mengatakan, berkurangnya ketersediaan air dapat memengaruhi kualitas kolam budidaya. Kondisi tersebut berisiko menurunkan produktivitas hingga menyebabkan kematian ikan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Dampak yang paling terasa saat kemarau adalah menurunnya ketersediaan dan kualitas air kolam. Suhu air meningkat, sedangkan kadar oksigen terlarut menurun. Kondisi ini membuat ikan mudah stres, nafsu makannya berkurang, bahkan bisa menimbulkan kerugian karena produksi ikut turun,” ujarnya, Selasa (7/7)

Karena itu, Disnakkan meminta pembudi daya tidak hanya bergantung pada satu sumber air. Penampungan air hujan, sumur dangkal, maupun sumber air tanah dapat dimanfaatkan sebagai cadangan selama tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Diversifikasi sumber air menjadi langkah penting. Pembudi daya bisa memanfaatkan penampungan air hujan, sumur dangkal, ataupun sumber air tanah yang tersedia sesuai kondisi di masing-masing lokasi,” katanya.

Selain menjaga pasokan air, Disnakkan juga mengingatkan peternak untuk menyesuaikan kepadatan ikan dengan volume air yang tersedia. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan oksigen tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Kalau debit air berkurang, kepadatan ikan juga harus disesuaikan. Jangan sampai jumlah ikan terlalu banyak sementara volume air terus menurun karena akan memengaruhi kualitas air kolam,” jelas Deki.

Ia juga mengimbau pemberian pakan dilakukan secara proporsional agar tidak menimbulkan penumpukan limbah yang dapat meningkatkan kadar amonia. Penggunaan aerator juga disarankan untuk menjaga kadar oksigen terlarut di dalam kolam.

“Kami berharap pembudi daya mulai melakukan langkah antisipasi sejak sekarang. Dengan pengelolaan air yang efisien dan pemanfaatan sumber air alternatif, produksi ikan air tawar di Kabupaten Blitar diharapkan tetap terjaga meski memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.